Pemkab Seruyan Manfaatkan Skema Anggaran BTT Maksimalkan Penanganan Karhutla

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, saat diwawancara tentang anggaran penanganan Karhutla di Seruyan, Jumat, 25 September 2026. Foto/Said M. Dandi/wajahborneo

wajahborneo.com, Seruyan — Memaksimalkan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Seruyan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan akan memanfaatkan skema Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai ketentuan regulasi yang ditetapkan.

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, Jumat, 25 September 2026 mengatakan, dalam menangani Karhutla yang masih berkepanjangan anggaran reguler sudah digunakan dan tim di lapangan telah bekerja maksimal dalam menanggulangi titik api, namun adanya lonjakan kasus Karhutla di berbagai wilayah tentunya membutuhkan dukungan pendanaan secara berkelanjutan.

Dia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkab Seruyan memanfaatkan skema Anggaran BTT sesuai regulasi yang ditetapkan. Penggunaan BTT ini akan dilaksanakan melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) serta meminta persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan.

“Anggaran reguler khusus untuk Karhutla memang sudah kita anggarkan. Hingga saat ini Karhutla sudah beberapa kali terjadi, tim tetap tanggap menangani dan itu memerlukan tambahan dana. Karena Karhutla semakin luas kita ada anggaran BTT, yang memang diperbolehkan dengan persetujuan DPRD, dan tentu juga koordinasi dengan Pemprov Kalteng,” ujarnya.

Menurut Wanda, Selain dana BTT daerah, Pemkab Seruyan juga tengah menyiapkan akses pendanaan di tingkat pusat dari Kementerian Keuangan yang disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Karena volume kejadian dan luasan Karhutla semakin bertambah serta kemarau yang berkepanjangan. Kita akan menyiapkan akses untuk meminta pendanaan dari Kementerian Keuangan melalui BNPB,” katanya.

Dijelaskannya, prosedur pengajuan dan koordinasi antarinstansi tengah dipercepat agar dana tambahan tersebut dapat segera direalisasikan untuk mendukung operasional dan armada pemadaman karhutla di kecamatan dan desa yang dinilai rawan.

“Koordinasi antar pemangku kepentingan sedang kita lakukan, agar tambahan dana tersebut dapat terealisasi guna mendukung sarana dan prasarana (Sarpras) di wilayah yang rawan Karhutla,” tegasnya.


  • Kontributor : Said Muhamad Dandi
  • Editor           : Bam Hermanto

 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

error: Content is protected !!
Exit mobile version