Perkuat Program Ketahanan Pangan, Seruyan Miliki Potensi Cetak Sawah 6.443 hektare

Kepala DKPP Kabupaten Seruyan, Sri Susanti, saat diwawancara di Ruang Kerjanya, Kamis, 13 Agustus 2026. Foto/Said M. Dandi

wajahborneo.com, Seruyan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memperkuat pelaksanaan program ketahanan pangan, khususnya program cetak sawah di setiap kecamatan di Kabupaten Seruyan.

Kepala DKPP Kabupaten Seruyan, Sri Susanti, saat diwawancara di Ruang Kerjanya, Kamis, 13 Agustus 2026, mengatakan program cetak sawah tahun 2026 dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia akan dialihkan ke Kabupaten Kapuas, untuk penyelesaian target dan pengolahan lahan di Kabupaten Seruyan sudah menunjukkan tren positif.

“Dari total potensi target cetak sawah Kementerian Pertanian untuk Seruyan sebesar 6.443 hektare, area yang sudah dicetak mencapai 1.700 hektare,” katanya.

Dia menambahkan, luas lahan yang siap dan memasuki proses tanam tercatat 458 hektare, tersebar di beberapa lokasi seperti Kecamatan Seruyan Hilir, Seruyan Hilir Timur, Danau Seluluk, Batu Ampar, Hanau, serta wilayah utara seperti Sebabi dan Panimba Raya.

Sedangkan, target pengembangan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Seruyan pada tahun 2025 dipatok seluas 177 hektare, yang berlokasi di Desa Panimba Raya, Kecamatan Danau Seluluk. Dari total target tersebut, seluas 128 hektare telah direalisasikan dan mulai ditanami padi perdana pada November 2025.

Menurut Sri, dalam mendukung percepatan tanam, DKPP Kabupaten Seruyan bersama pihak terkait sudah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan. Dalam hasil rapat, Seruyan memperoleh alokasi program percepatan olah tanah seluas 600 hektar.

“Program olah tanah dilaksanakan melalui kerja sama antara Kelompok Tani (Poktan) dan Balai Penyuluhan (BP) dengan dukungan anggaran langsung dari Kementerian Pertanian. Selain itu, kolaborasi juga dilakukan bersama Brigade Pangan guna mengantisipasi jika terdapat kelompok tani yang belum siap melakukan penanaman secara mandiri,” ujarnya.

Dia menegaskan, tidak hanya fokus pada program cetak sawah, Kabupaten Seruyan menjadi salah satu penerima alokasi program PMAAS (Pertanian Modern Agricultural Advance System) yang diluncurkan Kementerian Pertanian, dalam kesempatan tersebut Seruyan mendapat target pengelolaan lahan pertanian modern sebanyak 900 hektare.

“Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Daerah, Kodim 1015/Sampit, penyuluh, dan kelompok tani, Kabupaten Seruyan optimistis dapat memaksimalkan potensi lahan yang ada guna mendukung ketahanan pangan nasional,” jelasnya.


  • Kontributor : Said Muhamad Dandi
  • Editor           : Bam Hermanto

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

error: Content is protected !!
Exit mobile version