wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Sejumlah persoalan infrastruktur menjadi keluhan utama warga Kabupaten Kapuas saat anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan, melakukan reses ke daerah pemilihannya.
Dalam kunjungannya ke berbagai desa, Bambang menerima banyak aspirasi warga terkait kondisi jalan dan jembatan yang memprihatinkan. Warga Dusun Sei Lunuk, misalnya, mengusulkan pembangunan dua pintu air (tabat) serta rehabilitasi saluran sepanjang 8 kilometer di wilayah Tamban Lalung. Mereka juga meminta perbaikan Jalan Behabat dan jalan pemukiman sepanjang 3 kilometer.
“Kami juga menerima usulan dari Ketua BPD Terusan Raya Hulu agar akses jalan menuju Desa Sungai Baruh yang panjangnya 6 kilometer segera diaspal, termasuk pembangunan jembatan penghubung antar desa,” ujarnya, Jumat, 7 Februari 20025.
Tak hanya itu, warga Desa Terusan Raya Hulu juga meminta pengerukan sungai sepanjang 6 kilometer untuk mencegah banjir saat musim hujan. Permintaan serupa datang dari Desa Bakuntan Raya yang berharap perbaikan jalan poros sepanjang 12 kilometer, dan dari Terusan Raya Barat sepanjang 5 kilometer.
Sementara itu, kebutuhan pembangunan jembatan penghubung juga disuarakan oleh warga Sei Batu, yang mengusulkan jembatan sepanjang 50–60 meter demi membuka akses antar tiga desa yang selama ini terisolasi.
Desa Sei Jangkit pun tak ketinggalan, dengan harapan pengaspalan jalan penghubung sejauh 10 kilometer segera direalisasikan. Di Desa Pulau Mambulau, warga meminta rehabilitasi kantor desa serta pembangunan empat jembatan, sedangkan Desa Pulau Kupang mengusulkan pembangunan kantor kelurahan baru.
Kondisi serupa juga ditemukan di Desa Bangun Harjo yang mendesak rehabilitasi saluran irigasi dan jembatan ke Sidomulyo sepanjang 35 meter. Sementara itu, Ketua BPD Sei Lunuk menekankan pentingnya pengaspalan jalan utama sepanjang 3,5 kilometer di ibu kota kecamatan.
Bambang Irawan, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, menegaskan bahwa semua usulan ini akan ia bawa ke rapat-rapat DPRD untuk diperjuangkan.
“Kami akan terus mendorong agar perbaikan infrastruktur ini masuk dalam prioritas pembangunan. Jalan dan jembatan yang layak adalah kunci untuk membuka akses ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. (din/red2)

