wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Upaya penanganan karhutla tidak akan pernah berhasil jika berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar langkah yang dilakukan benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan.
Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Riska Agustin, Kamis, 14 Agustus 2025 menyerukan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam mencegah serta menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda daerah ini setiap tahun.
“Tanpa kerja sama yang baik dari semua pihak, pencegahan dan penanggulangan karhutla akan sulit berhasil. Sinergi adalah kuncinya,” ujarnya
Politisi muda PDI Perjuangan itu menilai, karhutla merupakan persoalan kompleks yang tidak cukup ditangani dengan pemadaman saat api sudah muncul. Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari tindakan preventif yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Mulai dari patroli rutin, pemantauan titik rawan, hingga penyediaan sarana dan prasarana pemadam yang memadai. Semua itu harus dilakukan secara konsisten,” katanya.
Riska mengingatkan tanggung jawab besar perusahaan perkebunan dan kehutanan dalam menjaga lingkungan. Ia meminta agar dunia usaha tidak menutup mata terhadap potensi kebakaran di area konsesinya.
“Perusahaan harus punya komitmen kuat menjaga lingkungannya. Jangan ada pembiaran terhadap praktik pembakaran lahan. Ini bukan hanya kewajiban hukum, tapi juga tanggung jawab moral,” jelalsnya.
DPRD Kalteng, lanjut Riska, berkomitmen mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam mengantisipasi karhutla, baik melalui kebijakan maupun penganggaran. (din/red2)
