WAJAHBORNEO.COM, Palangka Raya – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Dra Hj Siti Nafsiah menyampaikan respon keprihatinan terkait peristiwa penemuan bayi perempuan, di salah satu rumah warga di Jalan B Koetin, belakang komplek Iniversitas Palangka Raya (UPR). Diduga bayi malang ini sengaja dibuang oleh orangtuanya.
Siti Nafsiah yang di DPRD Kalteng membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyerukan kerja sama semua pihak untuk penanganan kasus ini.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian penemuan bayi perempuan ini. Kejadian seperti ini menciptakan keprihatinan bersama dan menunjukkan pentingnya kerjasama dalam melindungi dan memastikan kesejahteraan anak-anak. Kami mengajak semua pihak, termasuk masyarakat dan lembaga terkait, untuk bersama-sama terlibat dalam penanganan kasus ini dan mencegah kejadian serupa di masa depan,” kata Siti Nafsiah, Senin (20/10/2023).
Politisi perempuan dari Partai Golkar itu menekankan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait.
“Anak-anak adalah amanah yang harus kita lindungi bersama. Pemerintah daerah perlu meningkatkan upaya untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang hak-hak anak dan konsekuensi serius dari tindakan seperti ini,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem dukungan sosial bagi keluarga yang mungkin menghadapi kesulitan.
“Pemerintah daerah perlu memperkuat program-program dukungan sosial dan konseling untuk membantu keluarga yang mungkin mengalami tekanan ekonomi atau sosial sehingga dapat mencegah terjadinya kasus-kasus seperti ini,” ujarnya.
Ditambahkan dari kasus ini hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian terhadap masalah kesejahteraan anak di masyarakat.
“Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan anak-anak. Mari bersatu untuk melindungi generasi penerus kita,” tandasnya.**

