wajahborneo.com, Seruyan — Kabupaten Seruyan ditargetkan mendapat luasan lahan 500 hektar dari program cetak sawah dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Seruyan mengonfirmasi dua kecamatan yang berpotensi akan berhasil menjalankan program tersebut.
Kepalal Dinas KPP, Sri Susanti saat diwawancara di Ruang Kerjanya, Jumat, 22 Mei 2026 mengatakan, Seruyan ditargetkan menjadi salah satu daerah terbesar nomor tiga mensukseskan program cetak sawah di Kalimantan Tengah (Kalteng) setelah Kuala Kapuas dan Pulang Pisau.
Ditambahkan Sri, ada dua kecamatan yang memiliki potensi besar untuk program cetak sawah yakni, Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur. Bahkan pihaknya mengusulkan penambahan lahan menjadi 1.000 hektar menyempurnakan program ini di tahun depan.
“Lahan yang sudah diolah dan ditanam baru mencapai 110 hektar. Penanaman pertama kita lakukan di wilayah Panimba raya dan sudah berhasil melakukan panen perdana di lahan seluas 28 hektar dan bersiap untuk masa tanam berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, Dinas terkait sudah mengawal Rencana Kerja Kelompok (RKK) untuk lahan seluas 549 hektar di wilayah Rungun Jaya (sebagian masih dalam proses).
“Kendala yang kita hadapi khususnya di wilayah bagian hulu, lahan masih berupa hutan lebat sehingga alat berat tidak bisa masuk kecuali menggunakan transportasi air (tongkang),” katanya.
Dia menjelaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) sepakat tidak membuka lahan baru, melainkan fokus menyempurnakan dan membenahi infrastruktur lahan yang sudah ada.
“Kami bersama Bapperida Kabupaten Seruyan berencana menyusun master plan pertanian yang komprehensif, diantaranya mencakup pemetaan komoditas, kepastian luas lahan, hingga sistem pengairan,” jelasnya.
Sri menegaskan, untuk mensukseskan program cetak sawah instansi terkait berencana memasang JIAT (Jaringan Irigasi Air Tanah) bertenaga surya, agar pasokan air melimpah sepanjang waktu dan tidak bergantung pada pasang surut air sungai.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto
