wajahborneo.com, Palangka Raya — Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal dengan bedah rumah didesak untuk diperluas cakupannya hingga ke wilayah pedesaan dan pelosok Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Bantuan rumah lewat BSPS ini bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan. Ini soal memberi rasa aman dan kelayakan hidup bagi warga kurang mampu. Aspirasi yang masuk ke kami cukup banyak, artinya kebutuhan di lapangan memang mendesak,” kata Anggota DPRD Kalteng, Sudarsono, Selasa, 16 Juni 2026.
Sudarsono mengatakan, hunian yang layak merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup dan kondisi sosial masyarakat secara luas. Lingkungan tempat tinggal yang sehat, menurutnya, turut memengaruhi produktivitas warga sekaligus menciptakan stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Sudarsono menyoroti masih banyaknya rumah tidak layak huni di berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah. Kondisi itu, katanya, menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pelaksanaan program BSPS agar bantuan dapat menyasar lebih banyak keluarga penerima manfaat.
“Pemerintah hendaknya tidak hanya berfokus pada program bantuan rumah di kawasan perkotaan, melainkan juga memprioritaskan desa-desa terpencil yang selama ini masih tertinggal dari sisi fasilitas pembangunan,” ujarnya.
“Jangan sampai perkotaan saja yang jadi perhatian. Wilayah pedesaan yang selama ini minim sentuhan pembangunan justru harus jadi prioritas, supaya tidak ada kesenjangan antarwilayah,” sambungnya.
Program BSPS memiliki peran strategis dalam mendukung pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Rumah yang layak huni menjadi fondasi bagi terciptanya kualitas hidup yang lebih baik dan lingkungan sosial yang lebih sehat.
“Kami berharap alokasi anggaran untuk program bedah rumah ini dapat terus ditingkatkan setiap tahun, sehingga jumlah keluarga penerima manfaat BSPS di Kalteng dapat terus bertambah secara berkelanjutan,” tegasnya. (din/red2)
