wajahborneo.com, Seruyan — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan mengimbau para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Seruyan agar tetap mengutamakan keselamatan ditengah perubahan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Wakil Ketua I DPRD Seruyan, Harsandi, saat diwawancara awak media, Kamis, 24 September 2026, mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi saat ini merupakan bagian dari siklus tahunan yang ditandai dengan perubahan iklim serta arah angin secara signifikan.
“Jadi memang ini kondisi siklus tahunan. Biasanya memang siklus tahunan ini terjadi perubahan iklim, arah angin, untuk itu kawan-kawan nelayan atau masyarakat yang beraktivitas di area laut agar lebih berhati-hati,” katanya.
Harsandi meminta, seluruh nelayan maupun masyarakat agar mencermati kondisi gelombang laut yang cenderung membesar pada periode akhir September 2026. Untuk itu, para nelayan agar melengkapi persiapan keselamatan, meningkatkan kewaspadaan ekstra, dan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca memburuk.
“Tolong dicermati benar-benar kondisi laut kita yang memang bulan-bulan sekarang ini ombaknya memang sangat besar. Terutama bagi nelayan yang beraktivitas di laut, ini benar-benar menjaga, menyiapkan segalanya, dan selalu waspada. Dan diupayakan kalau memang kondisi sangat memburuk, lebih baik berhati-hati dalam beraktivitas,” ujarnya.
Dia menegaskan, tidak hanya mengandalkan kesadaran mandiri dari masyarakat, petugas di lapangan juga terus disiagakan untuk memberikan imbauan secara berkala di kawasan pesisir. Langkah antisipasi tersebut dinilai krusial mengingat siklus cuaca ekstrem dan gelombang tinggi diprediksi akan kembali terjadi pada Desember 2026.
“Memang para petugas yang mengkondisikan untuk kegiatan di daerah kelautan itu biasanya melakukan imbauan, agar jangan beraktivitas di laut pada saat kondisi yang memburuk ini. Dan biasanya itu nanti akan terjadi lagi di bulan Desember. Nah, itu kami berharap agar masyarakat waspada dalam beraktivitas,” jelasnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto
