14 Jam Perjalanan Darat, Rute Kuala Pembuang-Banjarmasin Tetap Jadi Andalan

wajahborneo.com, Seruyan — Meski dinamika ekonomi juga berdampak pada sektor transportasi udara. Aktivitas penerbangan perintis di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), dipastikan tetap stabil. Rute Kuala Pembuang menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan pun masih menjadi andalan masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) UPBU Kelas III Kuala Pembuang, Christianto Nugroho, Senin, 15 Juni 2026 mengatakan, kendati ada penyesuaian tarif, antusiasme penumpang untuk rute tertentu masih stabil.

​​Dia menambahkan, terdapat perbedaan karakteristik yang cukup kontras antara dua rute utama yang dilayani, yaitu rute menuju Palangka Raya dan Banjarmasin. Untuk rute Kuala Pembuang-Palangka Raya, tingkat okupansi penumpang diakui masih relatif rendah.

​”Kalau untuk rute yang Palangka Raya, ya memang dari dulu tingkat okupansinya masih rendah,” ujarnya.

Sebaliknya, rute Kuala Pembuang–Banjarmasin justru sedikit menggembirakan. Rute ini masih diminati oleh masyarakat. Jarak tempuh darat yang melelahkan menjadi alasan utama mengapa masyarakat lebih memilih jalur udara.

​”Kalau ke rute Banjarmasin, tidak begitu berpengaruh (adanya dinamika ekonomi). Mungkin karena faktor jarak ya, kalau lewat darat totalnya bisa 14 jam,” katanya.

Sementara, untuk tahun depan, pihak bandara memproyeksikan frekuensi penerbangan masih akan sama dengan tahun ini, yaitu tiga kali seminggu (2 kali ke Banjarmasin dan 1 kali ke Palangka Raya).

​”Kemungkinan besar rute dan frekuensi masih sama. Kita sudah mengoordinasikan juga ke Direktorat Angkutan Udara (Ditangut). Kita masih menunggu arahan lebih lanjut dari kantor pusat,” jelasnya.

​Dijelaskan, UPBU Kuala Pembuang sendiri memegang posisi strategis sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) angkutan udara penerbangan perintis sejak tahun 2019. (red3)

Tinggalkan Balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Share via
Copy link