wajahborneo.com, Seruyan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan tmenyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk memeriahkan rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-19 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tahun 2026 dengan menyelenggarakan pasar rakyat dan pameran, yang diselenggarakan di Islamic Center Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kamis, 6 Agustus 2026.
Pembukaan Pasar Rakyat dan Pameran tersebut dipimpin langsung Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, dan dihadiri juga Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seruyan, Welduline Ahmad Selanorwanda, Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi, Kajari Seruyan, Andre, SOPD, dan FKPD.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Seruyan, Adhian Noor, menyampaikan dalam pasar rakyat kali ini terdapat 21 stan utama yang disiapkan secara khusus oleh panitia. Stan tersebut terdiri dari 18 stan khusus ditambah 3 stan pendukung yang diperuntukkan bagi PKK Kecamatan dan Kabupaten (bergabung dengan Dekranasda), serta OPD Pelayanan.
“Selain stan resmi kita juga membuka ruang bagi masyarakat luar daerah yang ingin meramaikan pasar rakyat seperti wahana permainan yang dikelola pihak ketiga,” katanya.
Dia menjelaskan, tidak ada pungutan biaya sewa lahan/tempat bagi para pedagang dan pengelola wahana. Tetapi pedagang dan pengelola wahana bertanggung jawab mandiri atas kebutuhan listrik, keamanan, serta kebersihan lokasi masing-masing.
Adhian menambahkan, antusiasme para pedagang untuk meramaikan pasar rakyat sangat tinggi, yang awalnya ditargetkan 80 hingga 100 pedagang, nyatanya angka pendaftar terus bertambah melebihi 100 pedagang hingga memenuhi area lokasi acara.
“Untuk pelaksanaan MTQ berlangsung dari tanggal 6 Agustus hingga 10 Agustus 2026, dan dilanjutkan pada tanggal 11 Agustus hingga 20 Agustus 2026, dengan puncak acara pada tanggal 20 Agustus 2026 akan dimeriahkan dengan acara Tabliq Akbar,” ujarnya.
Yayan berharap, keberadaan pasar rakyat dan stan UMKM tidak berhenti sebagai kegiatan musiman. Untuk itu, pihaknya memproyeksikan lokasi tersebut sebagai cikal bakal pusat kuliner terpadu di kawasan Islamic Center.
“Ke depan lokasi ini kami harapkan bisa dipertahankan sebagai pusat kuliner terpadu yang tertata rapi, ruang kreasi anak muda dengan panggung kecil, hingga menjadi lokasi resmi Pasar Ramadan. Rencana ini sudah kami sampaikan secara lisan kepada pimpinan dan sedang disusun nota pertimbangannya,” jelasnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

