75 Siswa dan 15 Guru Diduga Keracunan MBG, Dinkes Seruyan Dirikan Posko di SMP Negeri 1 Kuala Pembuang

Salah seorang siswa yang sedang mendapatkan perawatan diduga keracunan usai mengkonsumsi MBG, Kamis, 30 Juli 2026. Foto/ Said M. Dandi

wajahborneo.com, Seruyan — 75 siswa dan 15 guru di SMP Negeri 1 Kuala Pembuang diduga keracunan massal usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Merespon itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan bergerak cepat mendirikan posko kesehatan di Aula SMP Negeri 1 Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kamis, 30 Juli 2026.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, Sarinah, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Satuan Tugas (Satgas) bahwa banyak siswa-siswi di sekolah yang mengalami keracunan makanan diduga usai mengonsumsi MBG. Berdasarkan keterangan dari Kepala SMP Negeri 1 Kuala Pembuang, terdapat 90 orang yang sakit perut, mual, pusing, hingga diare.

“Tadi malam kami menerima laporan dari tim Satgas. Terdapat laporan banyak anak di SMP sini terkena diare, mual, muntah, dan badan panas. Kemudian hari ini kami turun langsung ke SMP Negeri 1 untuk mengonfirmasi, dan ternyata dari total keseluruhan siswa terdapat 90 orang yang terdampak,” katanya.

Dia menekankan, untuk itu Dinas Kesehatan berinisiatif membangun posko layanan kesehatan langsung di SMP Negeri 1 Kuala Pembuang. Apabila siswa maupun siswi pada tingkat SMA ada yang terdampak, segera dibawa ke posko tersebut.

Sarinah menambahkan bahwa penyebab pastinya belum dapat ditentukan karena sampel rencananya akan segera diperiksa di Labkesda. Sesuai prosedur, sampel ini harus disimpan di kulkas 2×24 jam.

“Kalau untuk posko, kita bergabung dengan Puskesmas Kuala Pembuang 1. Tim dokter sendiri, kita langsung dari Dinas Kesehatan. Karena untuk puskesmas dokternya cuma satu, dokter internship, jadi untuk sementara tidak dapat kita pakai karena banyak menangani pasien, jadi kita langsung turunkan tim dokter dari Dinkes dan juga gabungan dari Puskesmas,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan orang tua siswa SMP Negeri 1 Kuala Pembuang, Yeni Sulistiani, menyebut keracunan makanan awal mulanya terjadi saat seluruh siswa-siswi mengonsumsi MBG pada hari Selasa dengan menu telur orak. Pada saat kejadian, seluruh siswa ada yang sudah mengonsumsi dan ada juga yang sempat 4 atau 5 suap makan menu tersebut, dan setelah itu langsung pusing, mual-mual, hingga badan menjadi panas.

“Kalau keterangan anak saya memang setelah mengonsumsi itu perutnya langsung sakit, mual, dan suhu badan sempat naik di angka 39,7 derajat,” paparnya.


  • Kontributor : Said Muhamad Dandi
  • Editor           : Bam Hermanto

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

error: Content is protected !!
Exit mobile version