WAJAHBORNEO.com, Seruyan – Bupati Seruyan yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agus Suharto membuka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Aparatur Pemerintah Desa Kabupaten Seruyan di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Seruyan, Senin, 24 Juli 2023.
“Acara ini merupakan langkah maju dan perwujudan nyata dari komitmen bersama dalam mengoptimalkan perlindungan sosial bagi aparatur Pemerintah Desa yang merupakan tulang punggung pelayanan dan pembangunan di tingkat desa,” kata Agus Suharto saat menyampaikan sambutan Bupati Seruyan.
Agus menambahkan, Perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan bukan hanya sebuah kewajiban tetapi juga bentuk penghargaan dan pengakuan atas dedikasi serta peran penting para aparatur Pemerintah desa dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“melalui acara ini kita memiliki kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan di desa-desa. Evaluasi ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang capaian yang telah kita raih, tantangan yang dihadapi serta langkah-langkah yang perlu diambil kedepannya,” ujarnya.
Agus menjelaskan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih jelas tentang langkah-langkah yang harus kita ambil ke depan,.
“Mari kita wujudkan desa-desa tangguh, berdaya saing dan sejahtera, untuk kepentingan bersama, semoga kegiatan ini membawa manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat desa dan mempererat tali persaudaraan kita dalam mewujudkan visi dan misi bersama menuju desa yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.
Diakhir acara dilakukan penandatanganan berita acara penetapan status Desa Tahun 2022, tahapan ini menjadi tonggak penting dalam proses perencanaan dan penganggaran pembangunan di setiap desa.
“Dengan ditetapkannya status desa diharapkan kita dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, memberdayakan potensi lokal, serta mendorong kesetaraan dan inklusivitas bagi semua warga desa,” paparnya.


