PEMILU Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung secara serentak tahun 2024 ini menarik minat sejumlah putra daerah. Mereka berasal dari politikus, tokoh masyarakat hingga kalangan birokrat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan.
Salah satu figur yang siap mengikuti kontestasi Pilkada 2024 ini adalah Sugian Noor.
Pria kelahiran Kuala Pembuang, 05 April 1967 tersebut merupakan salah satu birokrat senior di Pemkab Seruyan.
Saat ini, sejumlah partai sedang melakukan survei elektabilitas calon-calon yang akan diusung untuk mengikuti Pilkada 2024 di Kabupaten Seruyan, salah satunya Sugian Noor.
wajahborneo.com melakukan wawancara singkat dengan Sugian Noor yang kini menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Setda.
Lantas, jika survei elektabillitasnya dipandang baik dan layak, apa motivasinya maju di Pilkada?
“Sebagai putra daerah dari Seruyan Hilir dan telah mengabdi lebih dari 25 tahun di birokrasi, saya siap jika mendapat mandat,” katanya.
“Saya ingin mengabdi agar bisa turun langsung ke masyarakat, kalau misalnya kapasitas saya sebagai wakil, ya saya akan membantu Bupati, bagaimana agar roda pembangunan yang dilaksanakan oleh SKPD itu bisa berjalan dengan efektif dan efesien,” kata Sugian Noor.
Dengan pengalaman panjangnya di birokrasi, Sugian Noor bertekad mengangkat martabat Kabupaten Seruyan yang selama ini dalam penilaian pemerintah pusat masih di posisi yang paling bawah.
“Di sektor kemiskinan juga masih rendah. Selain itu saya juga ingin kedepan tidak ada lagi pejabat yang bermasalah hukum,” sambungnya.
Sugian Noor berpendapat, jika dia diminta untuk mendampingi sebagai wakil Bupati di pemerintahan yang baru nanti, maka, Seruyan diharapkan akan lebih bermartabat, taat aturan, pelaksanaan pembangunannya efektif, efisien, dengan tagline “SeruyanHebat.”
“Kalau bahasa saya, di jamannya Pak Yulhaidir itu Seruyan Sehat. Kedepan Seruyan ini “Seruyan Hebat,” katanya.
H nya Harmonisasi, kemudian E Efektif pesien, kemudian B Bermartabat, A Akuntabel, T Taat ketentuan, taat aturan.
“Pemikiran saya, Seruyan ini kenapa untuk menuju “Seruyan Hebat”, artinya banyak potensi sumber daya yang bisa terus kita kembangkan. Misalnya, pelabuhan Segintung yang selama ini belum berfungsi sama sekali, ini harus dimunculkan sebagai pelabuhan yang bisa operasional, masalah ada kendala terkait permasalahan di-pelabuhan itu, kita kan bisa pelajari, kemudian bisa kita kaji ulang, kita bisa bicara kan dengan kementerian perhubungan,” ujar Sugian Noor yang juga Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Seruyan periode 2022-2027.
Selanjutnya katanya, ada PBS-PBS (Perusahaan besar swasta), harus ada kewajiban untuk memanfaatkan pelabuhan tersebut, kemudian Taman N asional Tanjung Puting (TNTP) yang mesti terus dikembangkan.
TNTP merupakan destinasi wisata internasional, jadi tidak hanya di Kotawaringin Barat (Kobat) saja, tapi Seruyan juga harus mengolah ini menjadi sumber-sumber pendapatan.
Begitu juga dengan PBS yang harus terus dirangkul, dengan jumlah kurang lebih 30 PBS di Kabupaten, harus ada komitmen dari korporasi untuk membangun Seruyan.
“Masa, kita terbanyak PBS di Kalteng, tapi masih berpredikat kabupaten miskin di Kalteng, ini menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan. Terbukti, strategi dalam pendekatan dengan pihak-pihak perusahaan besar swasta perkebunan belum tepat,” terangnya.
Kemudian, potensi tambang yang sampai saat ini belum dikelola dengan baik yang juga harus dibicarakan ke depannya. Demikian juga dengan potensi laut yang melimpah.
“Siapapun pemimpinnya nanti, kita berharap bisa memanfaatkan potensi-potensi itu,” paparnya. (*)

