Abdul Hafid Soroti Kinerja KONI Kalteng di PON Aceh-Sumut

Abdul Hafid

wajahborneo.com, Palangka Raya – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Hafid, menilai bahwa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalteng telah gagal mengawal harapan pemerintah provinsi dan masyarakat dalam mencapai prestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh dan Sumatra Utara.

Hasil PON Aceh-Sumut menunjukkan penurunan prestasi, dengan Kalteng menempati peringkat 33, dibandingkan peringkat 26 pada PON Papua 2021.

“Miris Kalteng peringkatnya sama dengan provinsi baru. Padahal Pemprov sudah menaruh harapan besar dengan KONI. Terbukti anggarannya besar. KONI sebagai eksekutor pembinaan pengurus cabang olahraga memiliki tanggung jawab moral yang besar,” ujarnya, Sabtu, 12 Oktober 2024.

Menyikapi rencana perombakan kepengurusan KONI Kalteng pasca hasil PON, Hafid mempertanyakan urgensi langkah tersebut.

“Intinya apa yang urgen dengan perombakan? Apakah dengan merombak bisa mengembalikan prestasi yang jeblok? KONI Kalteng perlu melakukan evaluasi terhadap capaian itu. Apa saja yang menjadi problem, sehingga itu jeblok. KONI perlu menginventarisasi masalahnya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar KONI Kalteng tidak panik dan mencari kambing hitam. Hafid menegaskan pentingnya evaluasi yang komprehensif terhadap capaian tersebut. Anggota DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kotawaringin Timur dan Seruyan ini meminta agar hasil evaluasi KONI Kalteng disampaikan ke publik, baik kendala maupun permasalahannya.

Seperti diketahui, pada PON XX di Papua tahun 2021 lalu, Kalteng menduduki peringkat ke 26 dari 34 provinsi peserta dengan 2 medali emas, 6 perak dan 3 perunggu. Sama dengan PON sebelumnya di Jawa Barat, Kalteng juga menduduki posisi 26. Padahal anggaran dana hibah ke KONI untuk PON terbilang cukup besar yakni, Rp30 miliar. (din/red2)

Tinggalkan Balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Share via
Copy link