Pj Sekda Seruyan : Terintegrasi dengan Penanganan Stunting, Survei SSGI Berlangsung di 10 Kecamatan 43 Desa

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas. Foto/Ist

wajahb👁️rneo.com, Seruyan – Mengumpulkan data akurat terkait status gizi masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Seruyan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Seruyan saat ini sedang melakukan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 Tingkat Kabupaten Seruyan akan berlangsung di 10 kecamatan, 43 desa/kelurahan se Kabupaten Seruyan.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) dr Bahrun Abbas, Jumat, 10 Januari 2025 megatakan, SSGI 2024 dimaksudkan untuk mendapatkan data riil atau update perkembangan status gizi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Data tersebut juga nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan-kebijakan soal kesehatan dan gizi nasional. Termasuk kolaborasi penanganan stunting di daerah.

Abbas menambahkan, di Kabupaten Seruyan survei tersebut juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk den Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Seruyan serta stakeholder lain dari Provinsi Kalteng hingga pemerintah pusat.

Abbas berharap, dengan keterlibatan berbagai instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah, diharapkan survei lapangan mendapatkan hasil yang maksimal.

“Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan hasil survei ini dapat memberikan gambaran yang komprehensif, sekaligus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya.

Adapun Survei Status Gizi Indonesia merupakan program nasional yang bertujuan untuk memantau dan menganalisis kondisi gizi masyarakat di Indonesia. Data yang dihasilkan dari survei ini akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah gizi buruk, kekurangan gizi, dan stunting.

“Semoga hasilnya nanti bisa sejalan dengan program-program penanganan stunting yang telah dilakukan bersama dengan stakeholder termasuk dunia usaha,” jelasnya. (red3)

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link