wajahb👁️rneo.com, Seruyan – Kecamatan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) sejatinya memiliki potensi sumber daya yang memadai untuk terus berkembang khususnya di sektor ekonomi.
Ditengah paradigma budaya masyarakat, kultur sosial dan geografis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan, Polres Seruyan bersama pemerintahan desa (Pemdes) dan stakeholder terkait lainnya bahu-membahu berkolaborasi mendorong perekonomian masyarakat Seruyan Tengah agar terus berkembang.
Saat mengunjungi Seruyan Tengah, Selasa kemarin, terlihat optimisme masyarakat akan tumbuhnya ekonomi di-sejumlah desa, seperti Desa Mugi Penyuhu, Ayawan, Tumbang Bai, Durian Tunggal. Di beberapa tempat usaha-usaha masyarakat berskala mikro juga mulai tumbuh.
Yang paling terasa dari 4 desa tersebut adanya kegiatan usaha produktif (KUP) peternakan ayam petelur binaan PT Bangun Jaya Alam Permai 03 (PT BJAP 03).
Walaupun peternakan merupakan hal baru bagi sebagian warga Seruyan Tengah dan baru dibangun beberapa bulan yang lalu, peternakan yang dikelola melalui koperasi desa itu mulai berkembang dan menghasilkan. Meski, produksinya belum maksimal, namun usaha tersebut telah memberikan gambaran positif bagi masyarakat setempat.
“Masyarakat sudah merespon, ya senanglah, hasilnya mulai kelihatan, padahal ayam ini masuk ke kandang belum sampai dua bulan, dari seribu ekor ayam sudah menghasilkan 800 an butir perhari dengan harga jual Rp1.750 perbutir,” kata Arsyadi, Ketua Koperasi Durian Tunggal Jaya Abadi.
Di koperasi tersebut kata Arsyadi, terdapat 171 anggota atau Calon Penerima (CP) yang semuanya masyarakat Desa Durian Tunggal.
Melihat kondisi dan potensi yang ada ujar Asyadi, pihaknya berencana menambah kandang untuk menampung jumlah ternak yang lebih banyak.
“Kalau bisa seribu atau dua ribu lagi,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Durian Tunggal, Rudian mengutarakan, untuk memulai usaha tersebut membutuhkan perjuangan yang tidak mudah, terutama memberikan pemahaman kepada masyarakat desa.
“Alhamdulillah, saat ini sudah berkembang, dari seribu ekor yang diternakkan, sudah bisa menghasilkan sekitar 80 persen. Begitu menghasilkan, sudah ada penampung baik dari perusahaan maupun dari masyarakat sendiri untuk dijual lagi di warung-warung,” katanya.
Terpisah, Ketua Koperasi Mugi Bina Bersama di Desa Mugi Panyuhu, Kino Imran menuturkan, belum sampai dua bulan peternakan tersebut aktif, produksinya sudah dikisaran 70 persen atau sekitar 800 butir telur perhari.
“Kami juga mengucapkan terimakasih ke Pemkab Seruyan, pihak kepolisian yang terus mendorong dan menyemangati kami,” ujarnya.
Saat ini kata Kino, pihaknya tidak perlu bersusah payah mencari penampung. Pasalnya, mitra koperasi PT BJAP 03 berkomitmen membeli seluruh telur dari koperasi.
“Penampung telur diwajibkan dari mitra koperasi yakni, PT BJAP 03, namun belum ada harga tetap yang disepakati. Harapan kami, perusahaan menjadi penampung tetap dan bisa berkelanjutan, kalau bisa ditambah kandangnya,” tambahnya.
Sementara, Camat Seruyan Tengah, Ramiah menilai, usaha peternakan tersebut sangat tepat untuk membantu perekonomian masyarakat desa, terutama desa yang bersinggungan dengan perusahaan.
“Dari 6 desa 1 Kelurahan di Kecamatan Seruyan Tengah, ada 4 desa yang mengembangkan peternakan telur,” terangnya.
Melihat potensi yang ada, Ramiah berharap usaha tersebut tidak hanya menjadi penopang ekonomi tetapi juga penyuplai utama telur khususnya di kecamatan Seruyan Tengah. (red3)

