Kemenkes Tinjau Kesiapan RSUD Muara Teweh untuk Alokasi Alat Kesehatan Program SIHREN

Manajemen RSUD Muara Teweh mendampingi tim penilaian terhadap pemenuhan alat kesehatan melalui Program SIHREN oleh Kemenkes, Senin, 2 Februari 2026. Foto/Ist/yon

wajahborneo.com, Barito Utara — Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja onsite ke RSUD Muara Teweh di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin, 2 Februari 2026.

Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah pusat dalam menilai kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah kabupaten barito utara untuk menerima dukungan alat kesehatan melalui program nasional.

Berfokus pada program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN), sebuah inisiatif besar yang bertujuan untuk memperkuat jaringan rujukan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.

RSUD Muara Teweh menjadi salah satu titik pantauan penting dalam skema pemenuhan alat kesehatan bagi daerah, baik yang masuk dalam kategori tertinggal maupun non-tertinggal.

Program SIHREN diharapkan dapat menutup celah kesenjangan fasilitas kesehatan antar wilayah di Indonesia. Dengan adanya dukungan alokasi bantuan alat kesehatan ini, RSUD Muara Teweh di-proyeksikan mampu meningkatkan kualitas layanan rujukan bagi masyarakat di Kabupaten Barito Utara dan sekitarnya, sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk penanganan medis yang membutuhkan peralatan spesifik.

Pihak RSUD Muara Teweh menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk perhatian serius terhadap daerah dalam memajukan infrastruktur kesehatan di daerah.

“Hasil dari monitoring ini nantinya akan menjadi dasar utama bagi Kemenkes dalam menentukan jenis dan jumlah alokasi alat kesehatan yang paling sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan,” kata Plt Direktur RSUD Muara Teweh, dr. Wahidah Asurawati. (yon/bam/red2)

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link