wajahborneo.com, Palangka Raya — Sejumlah persoalan infrastruktur dasar yang bertahun-tahun belum tuntas mencuat dalam pertemuan warga Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, dengan Anggota DPRD Kalimantan Tengah Faridawaty Darland Atjeh, Senin, 24 Agustus 2026 malam.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian reses perseorangan Faridawaty, setelah sebelumnya ia juga menyerap aspirasi warga Perumahan di Jalan Kalibata. Berbeda dari pertemuan sebelumnya, forum kali ini diwarnai keluhan panjang warga yang merasa usulan mereka berulang kali disampaikan lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), namun tak kunjung terealisasi. Mulai dari sumur bor yang sudah uzur, jalan rusak, drainase tersumbat, hingga batas kawasan yang tak kunjung jelas, semuanya disampaikan warga dalam satu forum di Cafe 99, Jalan Adonis Samad.
Ketua RW.17 Langkai, Bambang, membuka forum dengan menyoroti kondisi dua sumur bor di kawasan Tugu Soekarno dan belakang PDAM Palangka Raya yang usianya sudah mencapai 5-6 tahun.
Dia berharap ada peremajaan, sekaligus mengusulkan semenisasi Jalan S Parman, khususnya di Gang Simponi dan Gang Patra, serta perbaikan drainase pembuangan dari dekat Pasar PU hingga tembus Gang Sepakat. Selain itu, warga juga meminta kepastian titik tapal batas antara jalur hijau dan kawasan permukiman, yang selama ini kerap menimbulkan kebingungan.
Keluhan senada datang dari Jamalun, warga RT 01/RW 08. Dia mengaku sudah berulang kali mengikuti Musrenbang, tetapi usulan pembangunan jalan titian di belakang Aline Foto belum juga mendapat realisasi meski sudah diajukan puluhan tahun.
Warga di kawasan tersebut, menurut Faridawaty, juga masih menanti pembangunan tiga titik sumur bor sebagai antisipasi kebakaran, sebuah usulan yang menurutnya juga belum terwujud hingga kini.
Dari Jalan Perintis, Ketua RT 5/RW 15 Suprianto menyoroti persoalan lain: minimnya dukungan anggaran bagi anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Langkai. Menurutnya, para relawan itu selama ini kerap turun tangan memadamkan kebakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan, dengan mengandalkan biaya pribadi. Warga di kawasan ini juga mengusulkan pengaspalan jalan sepanjang sekitar 200 meter menuju Masjid Perintis Permai.
Usulan terakhir datang dari Ketua RT 01/RW 13, Safi’i, yang meminta pembangunan dua titik sumur bor di Gang Buntu, serta program semenisasi Jalan Albanjari 1, RTA Miloni, Km 2,5 sepanjang kurang lebih 300 meter.
Menanggapi usulan tersebut, Faridawaty mengatakan, akan menindaklanjuti seluruh aspirasi warga ke pemerintah daerah.
“Kita dari DPRD Kalteng berkomitmen untuk menyampaikan dan mengawal apa yang diusulkan warga ini, agar bisa diwujudkan oleh pemerintah sesuai dengan skala prioritas,” ujarnya.
“Pertemuan semacam ini penting untuk memastikan suara warga di tingkat akar rumput sampai ke pengambil kebijakan. Saya berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti persoalan infrastruktur yang sudah lama menjadi keluhan warga Langkai ini,” jelasnya. (din/red2)

