wajahborneo.com, Barito Utara — Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri, menyoroti isu ketersediaan batu bara yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi dan pembangunan daerah.
Karenanya, penting pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat setempat.
Menurut H. Tajeri, sektor pertambangan batu bara selama ini menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah di Kabupaten Muara Teweh dan sekitarnya. Namun, ia mengingatkan bahwa ketersediaan cadangan batu bara yang terus menurun harus diantisipasi dengan kebijakan strategis dan perencanaan jangka panjang.
“Kita tidak bisa selamanya bergantung pada batu bara. Harus ada upaya diversifikasi ekonomi agar ketika produksi menurun, daerah kita tetap mampu bertahan,” ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.
Tajeri juga meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap perusahaan tambang. Hal ini penting agar kewajiban perusahaan, seperti reklamasi lahan pascatambang dan tanggung jawab sosial perusahaan atau (CSR), benar-benar dilaksanakan.
Selain itu, H. Tajeri menilai fluktuasi harga batu bara di pasar global turut memengaruhi pendapatan daerah. Ketika harga tinggi, penerimaan daerah meningkat. Namun saat harga turun atau produksi berkurang, dampaknya langsung terasa pada anggaran pembangunan dan program kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, dia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk mulai mengembangkan sektor lain seperti pertanian, perkebunan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai penopang ekonomi alternatif.
“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk menata ulang strategi pembangunan. Jangan sampai ketika cadangan batu bara habis, kita belum siap dengan sumber ekonomi baru,” tegasnya. (yon/bam/red3)

