Antisipasi Dampak Karhutla: DPRD Barito Utara Harapkan Dinas Teknis Evaluasi Jam Belajar Sekolah

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Gun Sriwitanto. Foto/Ist

ωajàhßörneo.cóm, Barito Utara — Kemarau panjang mulai memicu kekhawatiran serius menyusul pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah pemukiman. Penurunan kualitas udara berisiko langsung terhadap kesehatan masyarakat luas, terutama anak-anak dan kelompok rentan yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Menghadapi ancaman kesehatan tersebut, langkah mitigasi cepat mutlak diperlukan untuk menekan risiko penyebaran penyakit saluran pernapasan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara mendesak koordinasi lintas sektor yang solid antara pemerintah kabupaten, instansi teknis, serta seluruh elemen masyarakat guna mengoptimalkan aksi pencegahan di lapangan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Gun Sriwitanto, di Muara Teweh, Jumat, 4 September 2026, menekankan pentingnya inisiatif pembagian masker gratis secara masif kepada warga yang beraktivitas di jalanan.

“Pemkab Barito Utara bersama organisasi-organisasi dan seluruh elemen masyarakat mari kita bergandengan tangan untuk membantu masyarakat, salah satunya melalui pembagian masker,” ujar Gun.

Lebih lanjut, Gun meminta instansi terkait agar proaktif memantau tingkat polusi udara harian. Jika kondisi lingkungan dinilai sudah membahayakan kesehatan peserta didik, ia menyarankan agar Dinas Pendidikan segera mengambil kebijakan taktis guna melindungi keselamatan anak-anak sekolah.

“Untuk anak-anak sekolah, kalau memungkinkan dan sudah ada aturannya, silakan untuk bisa diliburkan,” tuturnya.

Selain perlindungan kesehatan jangka pendek, Gun juga menekankan bahwa akar permasalahan kabut asap harus ditangani secara bersama-sama dengan menghentikan kebiasaan membuka lahan pertanian dengan cara membakar.

Pihaknya mengimbau para petani dan pekebun untuk mencari metode alternatif yang ramah lingkungan demi mencegah perluasan titik api di wilayah Barito Utara.

“Memang saat musim kemarau seperti sekarang ini tidak luput dari kegiatan masyarakat, khususnya para petani atau pekebun yang membutuhkan pembukaan lahan untuk kegiatan bercocok tanam. Namun kami mengimbau agar tidak membakar hutan dan lahan,” jelasnya. (tio/bam/red2)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link