Antisipasi Lonjakan ISPA, DPRD Kalteng Ingatkan RS dan Puskesmas Siaga Penuh

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan Diran. Foto/Ist

wajahborneo.com, Palangka Raya — Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) harus di respons dengan cepat oleh fasilitas kesehatan (Faskes).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng, Tomy Irawan Diran, Selasa, 4 Agustus 2026 secara tegas mengatakan seluruh fasilitas kesehatan (faskes), baik rumah sakit maupun puskesmas, harus menyiagakan unit gawat darurat khusus gangguan pernapasan serta memastikan pasokan oksigen portabel dalam jumlah aman.

Menurut Tomy, belakangan terjadi peningkatan titik panas (hotspot) yang mulai memicu penurunan kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota.

Dia menilai, mitigasi sektor kesehatan tidak boleh berjalan lambat guna mencegah lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kerap mengancam kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Faskes di garis depan harus siaga penuh. Jangan menunggu korban berjatuhan atau kabut asap pekat mengepung kota baru kita bergerak. Oksigen portabel dan logistik medis darurat harus sudah siap didistribusikan ke titik-titik krusial,” katanya.

Selain ketersediaan alat bantu pernapasan portabel yang dinilai praktis untuk penanganan cepat di lapangan maupun rujukan darurat, DPRD juga meminta dinas kesehatan kabupaten/kota memperkuat koordinasi dengan posko-posko penanggulangan karhutla. Langkah sinergis ini diharapkan mampu memangkas rantai birokrasi penanganan medis bagi warga yang terdampak langsung polusi udara. (din/red2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

error: Content is protected !!
Exit mobile version