Bocah yang Menghilang di Sungai Seruyan Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa

EVAKUASI Jasad bocah yang tenggelam oleh Tim SAR TNI AL Kuala Pembuang, BPBD,Tim SAR Satpolairud Polres Seruyan. Kamis, 9 Februari 2023. Foto/Ist

WAJAHBORNEO.com, Seruyan – Seorang bocah berusia 7 tahun berinisial MA, setelah dikabarkan menghilang saat berenang di sungai Seruyan area pelabuhan pasar Sayur dan Ikan (Saik) Kuala Pembuang pada Rabu, 8 Februari 2023 akhirnya ditemukan setelah 18 jam dilakuakn pencarian.

MA ditemukan mengapung dalam kondisi tak bernyawa. Jasad bocah laki-laki 8 tahun tersebut pertama kali ditemukan oleh pihak TNI Angkatan Laut (AL) saat itu ikut membantu pencarian korban di Aliran sungai Seruyan.

Komandan Pos TNI AL Kuala Pembuang Kapten Hadi Sujarwo melalui Pembantu Letnan Satu (Peltu) Isgianto menjelaskan kronologi penemuan jasad korban, yang mana jasad korban ditemukan sekitar radius 300 meter dari tempat kejadian hilangnya korban, jasad korban ditemukan dalam kondisi terapung lengkap dengan pakaian yang dikenakan saat berenang.

“Alhamdulillah, Setelah 18 jam kita bersama tim gabungan melakukan Pencarian bocah yang tenggelam di aliran sungai Seruyan dan akhirnya berhasil ditemukan,” katanya kepada wajahborneo.com, Kamis, 9 Februari 2023.

Dia menjelaskan, Sekitar pukul 07.58 wib Kamis pagi Tim SAR Pos TNI AL Kuala Pembuang menemukan korban mengambang posisi telungkup, sekitar kurang lebih 400 meter ke Hilir dari lokasi tenggelam tepatnya disekitar pelabuhan Syahbandar Kuala Pembuang.

“Pada saat kita melakukan pencarian itu tepat di depan pelabuhan Syahbandar kita melihat sebuah benda terapung berwarna merah, tanpa curiga kami langsung mendatangi benda terapung tersebut dan ternyata itu adalah jasad korban kami beserta jajaran langsung mengangkat dan mengevakuasi korban,” katanya.

Lanjutnya, Tim SAR TNI AL langsung mengevakuasi jasad korban menuju Pelabuhan Pasar Saik Kuala Pembuang yang telah ditunggu oleh warga sekitar beserta Polairud Polada Kalteng dan BPBD Seruyan untuk dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang untuk dilakukan visum.

Diketahui, Pihak keluarga korban meminta untuk jasad korban langsung untuk dimandikan dan terus dimakamkan. Pihak keluarga mengakui bahwa peristiwa tersebut merupakan kelalaian dari orangtua dan tidak ada unsur lain.

Terpisah, Kapolres Seruyan AKBP Gatot Istanto S.I.K., melalui Kasat Polairud Polres Seruyan AKP Maranata Sibagariang bersyukur  tim Gabungan Polairud polres Seruyan bersama BPBD Seruyan setelah melakukan pencarian di hari ke-2 berhasil menemukan korban dan segera melakukan evakuasi kemudian jenazah di serahkan kepada keluarga korban.

“Kami imbau masyarakat nelayan agar berhati-hati saat beraktivitas di sekitar DAS seruyan dan selalu waspada apabila cuaca tidak memungkinkan agar tidak memaksakan diri untuk berlayar,” teranngya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version