wajahborneo.com, Seruyan – Badan Wakaf Indonesia (BWI) hadir untuk membina nazhir agar aset wakaf untuk dikelola lebih baik dan lebih produktif, sehingga bisa memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat, baik dalam bentuk pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.
Ketua BWI Perwakilan Kabupaten Seruyan Adhian Noor mengatakan, tahun ini BWI Seruyan gencar mensosialisasikan kepada masyarakat di kecamatan hingga pedesaan.
“BWI sebenarnya sudah lama ada di Kalteng, namun di Seruyan tidak eksis,” katanya.
Adhian Noor yang juga Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) ini menjelaskan, ada dua jenis wakaf yakni, wakaf berupa harta bergerak dan tidak bergerak. BWI katanya akan fokus ke wakaf harta yang tidak bergerak seperti tanah untuk musala, masjid ataupun yayasan.
“Fokus kita membina nazhir (Pencatat harta wakaf), baik itu tanah wakaf mushala dan masjid maupun yayasan yang selama ini tidak tercatat, termasuk inventarisasi tanah-tanah wakaf,” ujarnya.
“Nazhir ini nanti apakah akan kita bentuk setiap kecamatan ataukah setiap desa, sedang kita siapkan,” sambungnya.
Adhian menambahkan, selain menginventarisasi, BWI juga akan membantu tanah-tanah wakaf hingga di-sertifikasi ke pertanahan.
“Sehingga nanti setiap tanah-tanah wakaf memiliki surat-menyurat. Kelengkapan itu penting untuk menunjang berbagai hal yang menyangkut tanah tersebut kedepan, karena kita tidak tahu dalam 10-20 tahun kedepan tanah itu jadi sangat berharga,” jelasnya.
