wajahborneo.com, Seruyan – Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, mengadakan Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal (PKMN) bagi dokter umum, perawat, dan bidan di fasilitas pelayanan kesehatan primer, Jumat, 15 November 2024.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Seruyan, Apt. Rica Hajianti, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Seruyan, dr. Bahrun Abbas.
Dalam sambutannya, Rica Hajianti menekankan pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kesehatan di Kabupaten Seruyan.
“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi dan menangani kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi,” ujar Rica Hajianti.
Ia menambahkan bahwa dengan pelatihan ini, tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan penanganan kegawatdaruratan di tingkat puskesmas dengan cepat dan tepat.
“Tujuan akhirnya adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi di Kabupaten Seruyan,” tambahnya.
Kegiatan ini mencakup berbagai materi praktis dan teori terkait penanganan kegawatdaruratan, termasuk identifikasi risiko, langkah penyelamatan, dan pengelolaan pasien di fasilitas kesehatan primer.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, Dinas Kesehatan Seruyan optimistis bahwa kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi akan semakin meningkat, sejalan dengan upaya menurunkan angka kematian maternal dan neonatal di daerah tersebut. (*/red3)
