DPRD Barito Utara Sambut Respon Positif Dinas PUPR Tangani Musibah Banjir

Anggota DPRD Barito Utara, Gun Sriwitanto, Jumat, 3 April 2026. Foto/Ist

wajahborneo.com, Barito Utara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara menyambut positif upaya responsif Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Utara saat menangani musibah longsor di area anak Sungai Bengaris, RT 29, Kelurahan Lanjas, Jumat, 3 April 2026.

Anggota DPRD Barito Utara, Gun Sriwitanto, mengatakan tindakan cepat yang diambil oleh Dinas PUPR merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah (Pemda) terhadap keselamatan warga serta mitigasi kondisi darurat di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas gerak cepat Dinas PUPR dalam menangani longsor di wilayah tersebut. Hal tersebut menunjukkan kepedulian Pemda terhadap keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Gun Sriwitanto, menegaskan untuk pengerjaan di lapangan agar tetap mematuhi aspek teknis yang ketat. Pengerjaan yang saat ini sedang berlangsung dalam tahap pembangunan pondasi, sehingga harus dipastikan agar bentuk konstruksinya sesuai dengan perencanaan yang matang.

“Pekerjaan jangan sampai asal-asalan, terutama jika tidak mengikuti bentuk konstruksi seperti letter U. Kalau hanya pondasi tanpa perhitungan yang matang, dikhawatirkan bisa berisiko runtuh,” katanya.

Dia menambahkan, pihak DPRD sudah menjalin komunikasi langsung dengan Kepala Dinas PUPR untuk membahas teknis pengerjaan tersebut. Hasil diskusi tersebut, pihak PUPR mempersilakan adanya tinjauan ulang guna memastikan proyek berjalan optimal

“Saya sudah berkomunikasi dengan kepala PUPR, dan beliau menyampaikan silakan ditinjau kembali. Artinya ada ruang untuk evaluasi agar pekerjaan ini benar-benar maksimal,” paparnya.

Gun Sriwitanto, menjelaskan karakteristik tanah di lokasi kejadian tergolong labil karena didominasi  struktur tanah yang bercampur dengan batuan jawung. Kondisi geografis tersebut dinilai sangat rentan terhadap pergeseran tanah, sehingga memerlukan konstruksi yang lebih kokoh dibandingkan area normal.

“Masyarakat juga berharap penanganannya tidak terkesan sembarangan. Mengingat kondisi tanah yang labil, maka konstruksi harus diperkuat agar mampu bertahan dan tidak menimbulkan longsor susulan,” jelasnya.


  • Kontributor : Said Muhamad Dandi
  • Editor           : Bam Hermanto

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Exit mobile version