Ketua DPRD Kalteng Ajak Semua Pihak Bersama Jaga Kelestarian Budaya Dayak

Ketua DPRD Kalteng, Arton S Dohong (batik merah) bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran tampak mengikuti ritual Tiwah di Palangka Raya, Senin, 13 Juli 2026. Foto/Ist

wajahborneo.com, Palangka Raya — Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S. Dohong, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi menjaga kelestarian adat dan budaya Dayak, khususnya ritual Tiwah yang merupakan salah satu tradisi leluhur masyarakat Kalimantan Tengah. Ajakan itu disampaikan Arton usai menghadiri ritual Tiwah di Palangka Raya, Senin, 13 Juli 2026.

Arton mengatakan, ritual Tiwah memiliki makna yang jauh lebih dalam dibandingkan sekadar prosesi adat biasa. Menurutnya, tradisi ini mencerminkan bentuk penghormatan mendalam masyarakat Dayak kepada para leluhur mereka, sekaligus menjadi simbol keberlangsungan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Tiwah bukan hanya soal ritual keagamaan semata, melainkan cerminan penghormatan kepada leluhur yang harus terus dijaga keberlangsungannya,” ujarnya.

Arton menekankan, upaya pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah atau tokoh adat semata. Ia mendorong masyarakat luas, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam menjaga warisan budaya tersebut, agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurutnya, tradisi adat merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Kalimantan Tengah yang sarat akan nilai sejarah dan kearifan lokal. Karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat dinilai sebagai kunci utama agar warisan leluhur ini tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Selain memiliki nilai religius bagi umat Kaharingan, Arton menyebut ritual Tiwah juga berfungsi sebagai perekat sosial di tengah masyarakat. Ia menilai, tradisi ini mampu memperkuat rasa persatuan sekaligus mempererat hubungan antarwarga, khususnya di wilayah-wilayah yang masih menjunjung tinggi adat istiadat Dayak.

Arton berharap pelaksanaan ritual Tiwah dapat terus berlangsung secara berkesinambungan, bukan hanya sebagai wujud penghormatan terhadap tradisi leluhur, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat keharmonisan sosial di Kalimantan Tengah.

Arton turut mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam mendukung program-program pelestarian budaya selama ini. Dukungan tersebut perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menjaga identitas serta kekayaan budaya daerah.

“Dukungan terhadap pelestarian budaya perlu terus dipertahankan karena menjadi bagian dari upaya bersama,” tuturnya. (din/red2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Exit mobile version