wajahborneo.com, Palangka Raya — Ketimpangan akses internet di wilayah pedalaman dengan perkotaan di Kalimantan Tengah kembali menjadi sorotan kalangan legislatif.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana, Senin, 29 Juni 2026 mendesak pemerintah provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mempercepat penanganan kawasan blank spot yang hingga kini masih membatasi ruang gerak masyarakat di sejumlah daerah terpencil.
Okki mengatakan, seiring masih banyaknya wilayah di Kalteng yang belum tersentuh jaringan internet memadai. Persoalan tersebut bukan sekadar soal konektivitas semata, melainkan menyangkut hak dasar warga untuk mengakses informasi, pendidikan, layanan kesehatan, dan ekonomi digital.
“Akses internet bukan hanya soal hiburan atau komunikasi, tapi sudah menjadi bagian dari hak dasar masyarakat untuk mendapatkan informasi, layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital,” ujar politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.
Okki menilai, minimnya jaringan internet di kawasan pedalaman turut memperlebar jarak pembangunan antara kota dan desa. Padahal, menurutnya, konektivitas digital kini menjadi kebutuhan mendasar yang berdampak langsung pada kualitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga geliat ekonomi masyarakat berbasis digital.
Okki menyambut positif langkah Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) yang tengah memperluas jangkauan internet lewat program Huma Betang. Program ini dinilai sebagai jawaban atas keterbatasan infrastruktur digital yang selama ini dikeluhkan warga di wilayah-wilayah sulit sinyal.
“Kami di DPRD siap mengawal dan memastikan bahwa program ini berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih jauh, Okki menerangkan, upaya menghapus blank spot bukan sekadar menyediakan jaringan, melainkan membuka pintu bagi masyarakat pedalaman untuk menjangkau berbagai peluang pembangunan yang selama ini sulit diakses.
“Dengan jaringan yang stabil, warga di desa-desa terpencil dapat lebih mudah mengakses layanan publik, memperoleh informasi terkini, sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lewat pemanfaatan teknologi,” katanya.
“Jika seluruh daerah di Kalteng sudah terhubung internet, maka potensi masyarakat, terutama generasi muda, bisa berkembang lebih optimal. Tidak ada lagi ketimpangan informasi antara kota dan desa,” pungkasnya. (din/red2)

