wajahbđď¸rneo.com, Palangka Raya â Musim kemarau mulai menyelimuti Kalimantan Tengah (Kalteng), dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menghantui. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng diminta waspada menyikapi bencana tahunan tersebut
âJangan sepelekan satu nyala api. Satu kesalahan bisa jadi bencana,â kata Anggota DPRD Kalteng Okki Maulana, Kamis, 24 Juni 2025.
Okki mengatakan, masih banyaknya praktik membuka kebun atau membersihkan pekarangan dengan cara membakarâkebiasaan lama yang kini menjadi sangat berbahaya di tengah kemarau. Terlebih, praktik itu kerap dilakukan tanpa pengawasan dan tidak sesuai prosedur.
âIni bukan sekadar soal tradisi. Kita berbicara soal nyawa, kesehatan, dan masa depan anak-anak kita. Asap karhutla bisa meracuni udara, mengganggu pernapasan, bahkan menghentikan aktivitas sekolah dan ekonomi warga,â kata Okki dengan nada prihatin.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus terus digalakkan. Ia menilai keberhasilan pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah, tapi sangat ditentukan oleh kesadaran kolektif warga.
âKita ini hidup berdampingan. Jangan sampai karena ulah satu dua orang yang membakar sembarangan, satu desa harus menghirup asap berhari-hari,â ujarnya.
Okki juga mengapresiasi atas upaya antisipatif yang telah dilakukan oleh Pemprov Kalteng, seperti peningkatan kesiapsiagaan Satgas Karhutla, patroli wilayah rawan, dan penyediaan alat pemadaman. Namun ia menegaskan, peran masyarakat tetap yang paling krusial.
âPemerintah bisa siapkan alat dan personel. Tapi kalau masyarakatnya tidak peduli, jadi percuma. Harus ada kesadaran bersama bahwa kita sedang menghadapi ancaman serius setiap kemarau datang,â tutupnya. (din/red2)

