wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan proses uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalteng periode 2025–2028 bakal digelar dengan standar integritas yang tinggi.
Komisi I DPRD memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan transparan dan mengikuti aturan perundang-undangan.
Anggota Komisi I DPRD Kalteng dari Fraksi PKB, Pipit Setyorini, Rabu, 12 November 2025 mengutarakan, pihaknya tidak ingin ada ruang bagi proses yang tidak objektif.
Bahwa DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan lembaga penyiaran daerah diawaki figur yang berkompeten. Kami ingin memastikan fit and proper test ini benar-benar menghasilkan calon yang berintegritas dan memahami dunia penyiaran. Semua proses harus patuh pada regulasi,” ujarnya.
Menurut Pipit, seleksi komisioner KPID adalah fase penting karena lembaga tersebut menjadi ujung tombak pengawasan siaran publik. KPID memegang peranan strategis dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik, terutama di tengah kian masifnya peredaran konten digital.
“Undang-Undang Penyiaran secara jelas menempatkan DPRD Provinsi sebagai pihak yang mengawasi KPI Daerah. Itu sebabnya proses seleksi ini tidak boleh melenceng dari koridor hukum,” ujarnya.
Komisi I mencatat ada 21 nama yang lolos ke tahap uji kelayakan. Para kandidat datang dari berbagai latar profesi, mulai akademisi, praktisi media, hingga pegiat sosial. Pipit menyebut keberagaman ini menjadi nilai positif karena dapat memperkaya perspektif dalam pengawasan penyiaran.
DPRD Kalteng, kata dia, akan menilai setiap calon secara utuh, mulai dari pemahaman regulasi hingga komitmen mereka menjaga independensi lembaga penyiaran.
“Kami ingin memastikan mereka memiliki visi yang jelas dan keberpihakan pada publik,” katanya.
Pipit berharap komisioner terpilih nantinya mampu memperkuat tata kelola penyiaran di Kalteng, meningkatkan literasi media, serta menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial. “Publik berhak mendapatkan siaran yang sehat dan mendidik,” ujarnya. (din/red2)

