DPRD Sarankan Pelaksanaan Tes PPPK di Dalam Daerah

Zuli Eko Prasetyo, Ketua DPRD Seruyan, ketika memberikan informasi kepada rekan media, salah satunya terkait dengan permintaan pelaksanaan tes PPPK di dalam daerah. Foto/Ist

wajahborneo.com, Seruyan – Mengingat biaya yang harus dikeluarkan luar daerah tidak sedikit, kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan menyarankan pelaksanaan tes atau ujian penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dilaksanakan di dalam daerah.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Seruyan sudah merencanakan pelaksanaan tes penerimaan PPPK akan dilaksanakan di luar daerah. Hal ini dilakukan karena pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sudah ditetapkan di UPT BKN Palangka Raya.

Pelaksanaan tes di luar daerh dilakukan mengingat kondisi gedung BKPSDM sebagai tempat yang biasanya digunakan saat ini masih dalam perbaikan dan belum bisa digunakan. Sarana prasarana pendukung lainnya yang saat ini kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk digunakan.

“Jika memang kendala pelaksanaan tes di dalam daerah hanya gedung yang tidak layak digunakan, tentu dapat pinjam pakai dengan gedung lainnya. Salah satunya aula paripurna DPRD Seruyan yang sangat memungkinkan untuk digunakan,” kata Zuli Eko Prasetyo, Ketua DPRD Seruyan, Kamis, 24 Oktober 2024.

Ketua DPRD Seruyan menilai jika memang kendala pelaksanaan tes di Kuala Pembuang hanya gedung dalam kondisi rusak, tentunya dapat pinjam pakai dengan gedung lainnya. Aula Paripurna DPRD Seruyan sangat memungkinkan untuk digunakan, Aula Bappeda, dan lainnya.

“Termasuk aliran listrik pasti pihak PLN siap mendukung jika ada komunikasi yang dibangun, jaringan internet ada telkom atau Kominfo sudah kerjasama dengan pihak ketiga,” sebutnya.

Eko menegaskan, permintaan pelaksanaan tes di dalam daerah ini tidak ada tujuan khusus yang ingin dilakukan oleh pihaknya. Namun, hanya berupaya secara maksimal untuk membantu para peserta PPPK agar tidak mengeluarkan biaya yang lebih banyak. Dikarenakan saat ujian dilaksanakan di luar daerah seperti di Palangka Raya peserta harus menginap dan memerlukan transportasi yang jauh lebih besar. (**)

Tinggalkan Balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Share via
Copy link