wajahb👁️rneo.com, Seruyan – Senja belum benar-benar turun saat tubuh seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Alam Sampurna Jaya 26, Feri Irawan (24), ditemukan mengapung di Muara Sungai Seruyan, Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu, 20 April 2025, pukul 15.00 WIB.
Pencarian intensif yang digelar oleh Tim SAR gabungan Pos TNI AL Kuala Pembuang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan, Kasatpolairud Polres Seruyan AKP Sriyono, bersama Danpos AL, Kamanit Seruyan, dan Danru Basarnas Sampit selama beberapa hari terakhir membuahkan hasil. Meski Feri ditemukan dalam kondisi tak bernyawa—tertelungkup di permukaan air.
Feri ditemukan tim gabungan yang dibantu kapal nelayan setempat, sekitar 0,9 mil laut dari titik awal kejadian, pada koordinat 03° 26′ 797″ S dan 112° 35′ 917″ E.
Proses evakuasi berlangsung dengan cepat. Jenazah Feri dibawa ke atas Kapal Basarnas, lalu menuju daratan. Tepat pukul 15.30 WIB, jenazahnya tiba di Dermaga Desa Sei Undang. Ambulan telah menunggu, membawa Feri ke RSUD Kuala Pembuang untuk pemeriksaan visum sebelum ia diserahkan kepada keluarganya.
Di balik upaya yang terlihat teknis dan terstruktur, terselip doa-doa yang tak terucap lantang. Semua unsur SAR yang terlibat—dari kepolisian, TNI AL, Basarnas hingga nelayan—bergerak bukan hanya atas tugas, tapi juga atas dasar kemanusiaan.
Kasatpolairud AKP Sriyono menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama semua pihak.
“Ini bukan sekadar operasi pencarian, tapi bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap sesama. Kami semua di sini adalah keluarga besar kemanusiaan,” katanya.
Kini, Feri Irawan telah kembali. Meski tidak dalam keadaan seperti yang diharapkan, setidaknya ia tidak lagi hilang. Ia telah ditemukan, dan keluarga bisa memberikan peristirahatan yang layak.
Sebelum menghilang, rencananya akan dibawa berobat
Sebelumnya, informasi kehilangan ABK tersebut diketahui pada Jumat, 18 Aprill 2025. Pos AL menerima informasi dari masyarakat mengenai laka laut (Orang tercebur) ABK KM Alam Sampurna Jaya 26 di perairan Seruyan.
Awalnya kapal akan melabuh jangkar di Muara Sungai Seruyan untuk memeriksakan kesehatan Feri. Namun belum sempat berlabuh, Feri tiba-tiba meloncat ke laut.
Berdasarkan keterangan nakhoda bapak Tommi, korban merupakan adik kandung yang bersangkutan dan tidak memiliki riwayat penyakit. Dugaan awal korban mengalami halusinasi sehingga nekat mencebutkan diri ke laut. (**/red3)
