wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Menyusul instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memangkas pengeluaran yang tidak produktif di lingkungan pemerintah pusat dan daerah, Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Yohanes Freddy Ering, Selasa 11 Februari 2025 menyatakan dukungan penuh terhadap langkah efisiensi anggaran yang dinilai sangat tepat di tengah tekanan fiskal nasional.
Politisi senior dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti masih banyaknya pemborosan anggaran yang tersembunyi dalam kegiatan-kegiatan seremonial, rapat rutin, hingga perjalanan dinas yang dinilai tidak berdampak langsung bagi rakyat.
“Efisiensi harus menyasar pos-pos anggaran yang tidak menyentuh kepentingan masyarakat. Rapat yang terlalu sering, belanja barang yang tak mendesak, dan perjalanan dinas yang berlebihan — ini semua perlu dievaluasi,” katanya.
Freddy mengingatkan efisiensi tidak boleh mengganggu roda pemerintahan atau melemahkan pelayanan publik.
“Hemat bukan berarti kaku. Efisiensi yang bijak justru mendorong efektivitas, bukan menyulitkan pegawai atau menghambat program strategis,” lanjutnya.
Freddy juga menekankan pentingnya pengawasan dan transparansi dalam implementasi kebijakan ini. Menurutnya, pemangkasan anggaran tanpa sistem akuntabilitas hanya akan membuka celah bagi penyimpangan.
“Setiap rupiah dari APBN dan APBD harus diawasi penggunaannya. Rakyat berhak tahu kemana uang negara dibelanjakan, dan apa manfaat nyatanya,” ujarnya.
Kebijakan Presiden Prabowo yang mendorong efisiensi anggaran ini mendapat sambutan positif dari banyak pihak. Fokus anggaran akan dialihkan ke sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. (din/red2)
