Dukungan Gizi bagi Bayi Terindikasi Stunting, TP PKK Barito Utara Salurkan Bantuan Sembako

Ketua TP PKK Barito Utara, Ny Hj. Maya Savitri Shalahuddin menyerahkan bantuan tambahan gizi bagi lansia dan anak, Rabu, 11 Maret 2026. Foto/Ist/yon

wajahborneo.com, Barito Utara — Menumbuhkan rasa kepedulian sosial serta mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Barito Utara terus membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

Selain menggelar pasar murah dalam rangka membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, TP PKK Barito Utara juga menyalurkan bantuan sembako kepada para lanjut usia (lansia) serta memberikan dukungan gizi bagi bayi yang terindikasi stunting.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program sosial TP PKK Barito Utara yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih seperti lansia dan anak-anak.

“Sementara, penyaluran bantuan sembako kepada para lansia dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan dukungan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” kata Ketua TP PKK Barito Utara, Ny. Hj. Maya Savitri Shalahuddin, Rabu, 11 Maret 2026.

Maya Safirti menginginkan bantuan sembako yang diberikan dapat membantu meringankan beban para lansia, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menuntut pemenuhan kebutuhan hidup yang semakin meningkat.

Selain menyalurkan bantuan kepada lansia, TP PKK Barito Utara juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting. Dalam kegiatan tersebut, bantuan juga diserahkan kepada bayi yang terindikasi mengalami stunting sebagai langkah untuk memastikan kebutuhan gizi mereka dapat terpenuhi secara optimal.

“Program ini menjadi bagian dari dukungan TP PKK terhadap program pemerintah dalam menekan angka stunting, yang menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Melalui pemberian bantuan tersebut, diharapkan para bayi yang terindikasi stunting dapat memperoleh asupan gizi yang lebih baik sehingga pertumbuhan dan perkembangan mereka dapat berjalan secara optimal,” katanya.

“Bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting memerlukan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga peran aktif masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi yang cukup bagi ibu hamil, bayi, dan balita,” jelasnya. (yon/bam/red3)

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link