Fokus Transformasi Digital dan Integrasi Keuangan Daerah, Pj Sekda Barito Utara Ikuti Bimtek Penyusunan APBD 2025

Pj Sekda Kabupaten Barito Utara, Drs Jufriansyah mengikuti rangkaian Bimtek mengenai Penyusunan APBD tahun 2025 di Hotel Jambuluwuk Malioboro, Yogyakarta, Rabu, 9 Oktober 2024. Foto/Ist/Yon

wajahb👁️rneo.com, Yogyakarta – Pada sesi pelatihan ini, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Barito Utara, Drs Jufriansyah terlibat aktif mengikuti rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025. Acara ini berlangsung di Hotel Jambuluwuk Malioboro, Yogyakarta, pada hari Rabu, 9 Oktober 2024.

Kegiatan tersebut didampingi oleh beberapa pejabat penting, antara lain Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Ismael Marzuki serta Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Agus Siswadi, bersama dengan perwakilan dari Bappedalitbang Barito Utara.

Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Plh Dirjen Bina Keuda Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan. Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting termasuk Plh Direktur Perencanaan Anggaran Daerah dari Ditjen Bina Keuda Kemendagri serta beberapa ahli di bidang analisis keuangan pusat dan daerah. Juga hadir Direktur Eksekutif Apkasi dan narasumber dari Ditjen Bina Keuda Kemendagri bersama perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.

Drs Jufriansyah menekankan pentingnya kegiatan Bimtek ini karena dapat memberikan kontribusi signifikan dalam proses penyusunan APBD di tiap wilayah. Khususnya, kegiatan semacam ini penting untuk mendukung transformasi digital yang kini menjadi kebutuhan di era modern seraya mengoptimalkan integrasi sistem informasi keuangan daerah.

“Kegiatan ini bagus untuk penyusunan APBD tahun 2025 dan memberikan dampak signifikan di daerah kita, terutama menyongsong era transformasi digital serta optimalisasi integrasi sistem informasi keuangan daerah,” katanya.

Selain itu, Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, dalam pidatonya menegaskan bahwa organisasi Apkasi yang menjadi wadah bagi pemerintah daerah seluruh Indonesia, sangat menyadari urgensi pelaksanaan bimtek ini.

Dia menggarisbawahi perlunya adaptasi pemerintah kabupaten terhadap regulasi baru, terutama dalam menerapkan transformasi digital pada pengelolaan keuangan.

“Transformasi bukan sekadar adopsi teknologi semata, tetapi meliputi peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan dalam tata kelola keuangan daerah,” ujar Sarman Simanjorang.

Di samping membuka bimtek, Horas Maurits Panjaitan juga menyampaikan materi penting terkait Kebijakan Umum Penyusunan APBD tahun anggaran 2025 menurut Permendagri Nomor 15 Tahun 2024 dan pentingnya Digitalisasi dalam Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Tema ini sangat relevan dalam melihat perubahan dan tantangan yang sekarang dihadapi oleh pemerintah daerah,” tutup Horas Maurits Panjaitan. (yon/red2)

Tinggalkan Balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Share via
Copy link