Endapan Sedimen Rusak Sistem Drainase, Sejumlah Wilayah Kobar Rawan Banjir

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana. Foto/Ist

wajahborneo.com, Palangka Raya — Fungsi saluran drainase di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dilaporkan terus menurun akibat tumpukan sedimentasi yang belum tertangani secara maksimal. Akibatnya, genangan air kerap muncul meski hujan hanya turun sebentar, baik di kawasan perkotaan maupun pelosok desa.

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana, Senin, 13 Juli 2026 mengatakan, saat meninjau kondisi drainase di beberapa titik selama masa reses. Dari hasil pengamatannya, ketebalan endapan di saluran drainase bervariasi, mulai dari 5 sentimeter hingga 30 sentimeter, tergantung karakteristik wilayah.

“Di kawasan permukiman, endapannya lebih banyak berupa pasir. Sementara di daerah pelosok, didominasi lumpur bercampur akar-akaran,” katanya.

Salah satu wilayah yang disorot adalah Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan. Kawasan ini disebut kerap tergenang meski intensitas hujan tergolong ringan. Bukan hanya itu, sejumlah titik di pusat kota Pangkalan Bun pun tak luput dari masalah serupa.

Menurut Okki, kondisi tersebut menjadi indikator nyata bahwa fungsi drainase di berbagai lokasi sudah jauh menurun dari kapasitas idealnya. “Wajar saja kalau hujan sebentar langsung banjir. Ini menunjukkan fungsi drainase sudah sangat menurun,” tegasnya.

Selain Mendawai dan pusat kota, masalah serupa juga ditemukan di wilayah Kecamatan Kumai dan Pangkalan Banteng. Okki menilai, penanganan dari pemerintah daerah di dua kecamatan tersebut masih minim, sementara keluhan warga soal genangan air terus bermunculan.

Selama masa reses, Okki tercatat mengunjungi delapan titik yang tersebar di tiga kecamatan: dua titik di Pangkalan Banteng, dua titik di kawasan perkotaan Mendawai, dan empat titik lainnya di Kecamatan Kumai.

Seluruh temuan dari kunjungan lapangan ini rencananya akan dibawa ke pembahasan internal DPRD guna mendorong kebijakan penanganan yang lebih konkret. (din/red2)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link