wajahborneo.com, Seruyan – Diduga mobil tidak kuat menanjak di ruas jalan Bukit Akap (Badung) Kecamatan Seruyan Tengah, satu keluarga mengalami kecelakaan tunggal usai menghadiri acara pernikahan di jalur penghubung Desa Teluk Bayur menuju Desa Gantung Pengayuh, Senin, 13 April 2026.
Kapolsek Seruyan Tengah, Ipda Martono mengutarakan, peristiwa kecelakaan tunggal tersebut memakan korban jiwa dengan 3 orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. para korban diantaranya Ipiu Pangkong mantan Kepala Desa Derawa sekaligus pengemudi, istrinya Murniati, serta penumpang lainnya bernama Heri.
Adapun 3 korban lainnya, yakni Ahok, Rizki Rahmadani, serta Astuti, mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat.
Ipda Martono mengungkapkan, rombongan tersebut sebelumnya menghadiri undangan pernikahan di Desa Mugi Peyuhu. Namun dalam perjalanan pulang, mobil jenis Toyota Rush yang tumpangi tidak kuat menanjak di Bukit Akap yang terkenal memiliki kontur ekstrem serta kondisi jalan bergelombang.
“Sebelum kejadian mobil sempat mati mesin di tengah tanjakan. Dikarenakan pengemudi panik, kendaraan tersebut akhirnya terjun bebas ke bawah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, lokasi kecelakaan ini berada di jalur perbukitan, bukan di area penyeberangan seperti yang sempat beredar di media sosial.
“Kecelakaan ini terjadi di daerah perbukitan yang cukup tinggi, perbatasan antara Desa Teluk Bayur dan Desa Gantung Pengayuh. Kami masih melakukan penanganan serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian,” jelasnya.
Martono menambahkan, anggota kepolisian bersama pihak terkait langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sekaligus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

