Helikopter TNI AD Crash di Perairan Seruyan Saat Padamkan Karhutla: 6 Kru Berhasil Dievakuasi, 2 Masih dalam Pencarian

wajahborneo.com, Seruyan — Helikopter jenis Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) mengalami kecelakaan atau crash di perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu, 4 November 2026.

Helikopter bernomor registrasi HA-5235 tersebut dilaporkan jatuh di kawasan muara Sungai Tulis, Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, saat menjalankan misi water bombing atau pengambilan air operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Informasi sementara yang dilapangan menyebutkan, helikopter yang bermarkas sementara di homebase di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, membawa delapan kru.

Dua kru diantaranya yang diketahui berada dalam penerbangan tersebut yakni, Pilot in Command (PIC) Mayor CPN Dudi dan kopilot Kapten CPN Hafiz.

Pasca-insiden, situasi di kawasan Bandara Kuala Pembuang terpantau mendapat pengamanan ketat. Sejumlah personel TNI dan Polri terlihat berjaga di sekitar area bandara.

Bahkan, jurnalis yang berada di lokasi tidak diperkenankan mengambil gambar maupun merekam aktivitas di kawasan tersebut.

Sementara itu, perkembangan juga terlihat di RSUD Kuala Pembuang. Enam kru diduga menjadi korban insiden helikopter tersebut dilaporkan berhasil di evakuasi menggunakan ambulans untuk dilakukan perawatan di RSUD Kuala Pembuang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi lengkap kecelakaan, kondisi seluruh awak helikopter, maupun penyebab jatuhnya helikopter.

Informasi mengenai insiden jatuhnya helikopter Mi-17 HA-5235 di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak terkait. (red3)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link