HLH 2024, DLHK Seruyan Gandeng Kelompok Masyarakat Tanam Mangrove dan Bagikan Bibit Buah

KEPALA DINAS LHK Kabupaten Seruyan, Muhammad Mukhlis melakukan penanaman mengrove di Sungai Tatah Kabupaten Seruyan, Rabu, 5 Juni 2024. Foto/Ist

wajahborneo.com, Seruyan – Bertepatan dengan Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2024, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Seruyan bersama stakeholder terkait melakukan pencanangan lahan Arboretum, penanaman mangrove, serah terima bibit buah-buahan, di Sungai Tatah, Kabupaten Seruyan, Rabu, 5 Juni 2024.

Kegiatan pencanangan lahan Arboretum, penanaman Mangrove dan penyerahan bibit buah-buahan dari Orangutan Foundation International (OFI) dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024 dilokasi Sungai Tatah ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Seruyan, Muhammad Mukhlis menyampaikan, kegiatan pencanangan lahan arboretum, penanaman mangrove dan penyerahan bibit buah-buahan dari OFI yang kita selenggarakan pada hari ini adalah merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024, yang di Inisiasi oleh kelompok masyarakat  “Lestari Sejahtera Mandiri” yaitu kelompok masyarakat penggiat lingkungan yang bergerak dalam merehabilitasi lahan – lahan eks. tambak dan lahan pesisir pantai di bawah binaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Seruyan.

“Kelompok masyarakat “Lestari Sejahtera Mandiri” ini didirikan sejak tahun 2019 yang lalu dan sudah berhasil melakukan rehabilitasi lahan eks. tambak dan lahan pesisir pantai seluas kurang lebih 8 Ha dari luas lahan yang di targetkan yaitu kurang lebih 40 Ha,” katanya.

Selanjutnya dengan pencanangan Lahan Arboretum hari Kami berharap agar rencana ini bisa berkembang dengan baik dan tidak hanya sebagai tempat koleksi berbagai tumbuhan dan tempat penelitian  tetapi diharapkan  berkembang menjadi obyek agrowisata yang bisa menjadi kebanggaan Kabupaten Seruyan. Itu tidak akan tercapai tanpa dukungan dari semua.

Mukhlis menambahkan, selain aksi penanaman mangrove yang akan kita laksanakan pada hari ini, masih ada beberapa kegiatan lain yang akan diselenggarakan oleh Pemkab Seruyan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024, yaitu Bersepeda Santai, Bersih Sungai, Lomba Inovasi Pengelolaan Sampah, hal ini sejalan dengan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diangkat oleh Negara kita yaitu “Penyelesaian krisis Iklim dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan”.

Mukhlis melanjutkan, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa dunia sedang mengalami 3 krisis, yakni, krisis perubahan iklim, krisis kerusakan alam dan kehilangan biodiversitas serta krisis polusi dan limbah.

“Pemulihan Lingkungan merupakan kunci dalam membalikkan arus degradasi lahan, dan dapat juga sekaligus meningkatkan mata pencaharian, mengurangi kemiskinan, dan membangun ketahanan terhadap cuaca ekstrem, pemulihan juga meningkatkan penyimpanan karbon dan memperlambat proses ataupun dampak akibat perubahan iklim,” ujarnya.

Pemulihan degradasi lahan sangat penting. Lahan menjadi ruang hidup manusia, menyediakan makanan, pakaian, dan tempat perlindungan. Lahan mendukung perekonomian, kehidupan, dan mata pencaharian. Untuk ini perlu ditingkatkan ambisi dan investasi dalam upaya pemulihan lingkungan, memberikan momen “terobosan besar” bagi perbaikan lahan, sebagai upaya untuk mengatasi kekeringan.

Dalam upaya penyelesaian krisis iklim, inovasi dan prinsip keadilan memegang peran penting. Melalui investasi dalam pemulihan lahan dan ketahanan terhadap kekeringan, kita tidak hanya mengatasi masalah degradasi lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mitigasi perubahan iklim.

“Restorasi lahan, selain menghasilkan manfaat ekosistem yang signifikan, juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan keberlanjutan sosial, kesejahteraan masyarakat,” katanya.

“Dengan segala capaian kita dalam menjaga lingkungan yang ada hingga saat ini, atas nama pemerintah Kabupaten Seruyan, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi serta penghargaan yang tinggi atas kerja keras seluruh masyarakat, khususnya kepada Kelompok Masyarakat “ Lestari Sejahtera Mandiri” serta para Donatur dan NGO yang telah memberikan suport terhadap keberlangsungan kegiatan Kelompok ini,” sambungnya.

Peringatan HLH se Dunia tahun 2024 ini menjadi momen penting untuk terus menumbuhkan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian secara konsisten dalam upaya memperbaiki lingkungan secara keberlanjutan, khususnya kepada organisasi penggiat lingkungan “Lestari Sejahtera Mandiri” yang telah membuktikan kepeduliannya terhadap lingkungan.

“Secara swadaya atau mandiri mereka telah berhasil menanam sekitar kurang lebih seluas 8 Ha tanaman mangrove di lahan-lahan eks tambak dan pesisir pantai, hal ini tentunya perlu kita berikan suport agar kegiatan kelompok masyarakat ini bisa terus berjalan sehingga target pemulihan lingkungan sekitar 40 ha tersebut bisa tercapai,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link