wajahborneo.com, Seruyan — Meskipun Kabupaten Seruyan sudah dua kali dilanda hujan. Namun, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan di Kabupaten Seruyan akan terjadi masif (berkelanjutan) pada akhir November 2026.
Prakirawan Cuaca BMKG H. Asan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Alfa Centauri mengatakan, kemungkinan turunnya hujan berpotensi ada tetapi tidak banyak. Pasalnya, saat ini merupakan masa peralihan menuju musim hujan, di mana hujan tetap ada tetapi tidak dalam jumlah yang banyak.
”Kemungkinan nanti ada sedikit potensi hujan tapi tidak banyak. Karena memang tadi baru kita lihat update untuk kebakaran wilayah Seruyan masih berada pada kategori sangat mudah terbakar,” katanya, Jumat, 30 Oktober 2026.
Dia menambahkan, hingga saat ini hujan yang terjadi di beberapa wilayah belum merata karena memasuki musim peralihan. Untuk itu, hujan akan tetap terjadi namun tidak dalam jumlah yang masif.
”Mungkin bisa dibilang peralihan ya untuk awal musim hujan di mana musim peralihan itu pasti tetap ada hujan tapi memang tidak banyak,” ujarnya.
Menurut Alfa, hujan yang melanda Kabupaten Seruyan cukup bervariasi, salah satunya terjadi di pada 11 Oktober sampai dengan 20 Oktober 2026.
”Kalau untuk Seruyan itu memang per-variasi, tadi mungkin di bagian atas hujan terjadi di Oktober kemarin, dasarian kedua yaitu tanggal 11 Oktober sampai dengan 20 Oktober 2026,” ujarnya.
Dia menjelaskan, sedangkan untuk wilayah bagian lainnya di Seruyan hujan terjadi pada 21 Oktober hingga 31 Oktober 2026. Serta untuk puncak perbedaan waktunya sangat jauh yakni di akhir November 2026.
”Kemudian Seruyan bagian tengah hujan terjadi 21 Oktober sampai dengan akhir bulan. Sedangkan untuk yang di Seruyan bagian bawah nanti mungkin agak sedikit jauh yaitu di November akhir,” jelasnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto
