wajahborneo.com, Palangka Raya – HUT Integrasi ke-46 Kaharingan ke dalam agama Hindu. Momentum ini dipandang bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan kontrak sosial untuk menjaga identitas asli Bumi Tambun Bungai.
Perjalanan 46 tahun penyatuan ini telah menjadi pilar penting bagi ketahanan budaya dan adat istiadat di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong saat menyampaikan pandangananya di acara perayaan di Palangka Raya, Rabu, 29 April 2026 menyatakan integrasi adalah bentuk pengakuan konstitusional yang harus dibayar dengan komitmen nyata dalam menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur.
Arton S. Dohong menggarisbawahi penyatuan Kaharingan dalam Hindu telah memberikan ruang bagi masyarakat adat untuk tetap menjalankan tradisi mereka di bawah payung hukum yang jelas.
Kontribusi itu sangat signifikan dalam memastikan kearifan lokal tidak tergerus oleh derasnya arus modernisasi.
“Peringatan ke-46 ini adalah refleksi panjang. Kita harus mengakui bahwa integrasi ini telah memberikan kontribusi besar terhadap pelestarian budaya, adat, dan kearifan lokal yang kita miliki di Kalteng,” ujarnya
Ketua DPRD Kalteng ini juga mengingatkan, keberagaman yang terjaga selama hampir setengah abad ini merupakan modal sosial yang tidak ternilai harganya bagi stabilitas daerah.
Arton menginginkan agar semangat integrasi ini tidak berhenti pada seremoni di tingkat provinsi saja. Ada langkah-langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan agar eksistensi tradisi praktik kearifan lokal harus tetap hidup dan mendapat perlindungan dalam kebijakan daerah. Masyarakat, terutama generasi muda, harus tetap bangga dan memegang teguh akar budaya Dayak sebagai identitas nasional.
“Integrasi ini harus terus memperkuat kerukunan antarumat beragama dengan tetap menjunjung tinggi tradisi asal,” paparnya.
Arton berharap sinergi antara nilai spiritual dan kearifan lokal ini terus menjadi benteng pertahanan bagi kemajuan Kalimantan Tengah yang berkarakter. (din/red2)

