Kalteng Waspada Karhutla, DPRD Minta Warga Waspadai LahanGambut

Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Ansyari (kiri) memimpin rapat. Foto/Ist

wajahborneo.com, Palangka Raya — Musim kemarau tahun ini membawa kekhawatiran baru bagi Kalimantan Tengah. DPRD setempat meminta warga tidak lengah menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut yang dikenal menyimpan api di bawah permukaan tanah tanpa terlihat dari luar.

Peringatan ini disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, di Palangka Raya, Rabu, 12 Agustus 2026). Ia mengatakan penanganan karhutla tahun ini harus lebih ketat dibandingkan dengan periode sebelumnya, mengingat sifat gambut kering di daerah tersebut kerap menyulitkan petugas saat proses pemadaman berlangsung.

“Gambut di sini punya karakter berbeda. Api tidak cuma menjalar di atas tanah, tapi bisa menyusup dan terus membara di bagian bawah. Itu sebabnya pemadaman jadi lebih sulit, dan api bisa muncul lagi walau bagian luarnya sudah terlihat padam,” katanya.

Ansyari menyebut sejumlah daerah, termasuk Palangka Raya, kini berstatus darurat karhutla, sehingga dibutuhkan kekompakan semua pihak untuk menanganinya. Menurutnya, langkah pencegahan sejak awal jauh lebih penting daripada bertindak setelah kebakaran meluas.

Terkait hal ini, DPRD Kalteng kembali menegaskan larangan membuka lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut disebut sebagai penyebab utama munculnya titik api yang mudah membesar, apalagi saat angin kemarau bertiup kencang.

Ansyari menambahkan, dampak kabut asap dari karhutla sudah mulai mengganggu kehidupan sehari-hari warga. Sekolah berpotensi diliburkan, aktivitas ekonomi bisa terhambat, dan gangguan pernapasan mengintai masyarakat yang terpapar asap dalam waktu lama.

Untuk mencegah hal itu meluas, DPRD mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat keamanan, dan pemerintah desa memperkuat patroli bersama serta memberi edukasi langsung kepada pemilik lahan. Kerja sama semua pihak dinilai menjadi kunci agar bencana tahunan ini tidak terus berulang dengan kerugian yang lebih besar. (din/red2)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link