wajahborneo.com, Seruyan — Memastikan sektor pertanian tetap produktif di tengah musim kemarau yang berkepanjangan dan fenomena El Niño serta menjaga pasokan air di lahan pertanian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Seruyan menyalurkan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa 34 unit pompa air untuk Kelompok Tani (Poktan) Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur, di Balai Penyuluhan Pertanian, Minggu, 4 Oktober 2026.
Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, mengatakan dalam rangka memaksimalkan potensi lahan pertanian di musim kemarau Pemkab Seruyan telah menyalurkan Alsintan salah satunya pompa air bagi kelompok tani (Poktan).
Total sebanyak 34 unit pompa air yang sudah diserahkan, 22 unit pompa air disalurkan langsung kepada 22 Poktan terdampak, di mana masing-masing Poktan menerima satu unit. Sedangkan 12 unit dialokasikan untuk Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), tiap BPP memperoleh dua unit guna membantu pengairan secara menyeluruh.
“Iya betul, bantuan Alsintan, pompa air dari DKPP, penyaluran bantuan pompa air ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi lahan sawah dan rentan kekeringan, seperti di Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur” ujarnya.
Menurutnya, bantuan tersebut dapat memudahkan para petani mendapatkan sumber air dalam mendukung aktivitas pertanian selama kondisi kemarau dan kekeringan yang masih berkepanjangan.
Supian menambahkan, dengan adanya Alsintan yang sudah diserahkan kepada kelompok tani, Pemkab Seruyan berharap sarana tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal dalam membantu kebutuhan pengairan lahan pertanian.
“Kemarin kawan-kawan juga ada hadir. Saya sendiri yang menyerahkan,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Seruyan, dr. Bahrun Abbas, menyebut adanya penyaluran Alsintan berupa pompa air menjadi salah satu upaya Pemkab Seruyan dalam mendukung petani menghadapi musim kemarau.
Dia menegaskan, penanganan dampak kekeringan tidak sekedar membutuhkan dukungan sarana dan prasarana (Sarpras), tetapi diperlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau yang masih berlangsung.
”Kita terus berdoa, agar musim kemarau panjang ini segera berlalu dan kita juga berupaya memberikan bantuan apa yang tentunya menjadi keluhan masyarakat,” jelasnya.
Abbas berharap, bantuan yang sudah disalurkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para petani sehingga mampu memberikan manfaat bagi keberlangsungan aktivitas pertanian di tengah keterbatasan air.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

