WAJAHBORNEO.COM, Palangka Raya – Kasus kontroversial di dunia pendidikan kembali menggemparkan masyarakat. Kali ini melibatkan seorang siswa yang menantang seorang guru di Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Insiden ini pun menjadi viral di berbagai media sosial, memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Hj Siti Nafsiah.
Menurut Siti Nafsiah, kondisi dalam dunia pendidikan kini memperlihatkan degradasi moral terkait etika terhadap guru-guru.
“Tidak seperti dulu lagi. Guru tidak lagi dihormati atau ditiru seperti masa dulu,” ujarnya, Selasa (7/11/2023).
Siti Nafsiah yang juga merupakan Srikandi Partai Golkar Kalteng, menyatakan bahwa dalam situasi apapun, bimbingan dari orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak.
“Menghormati guru itu adalah hal yang wajar dilakukan. Sebab, pengorbanan mereka luar biasa. Tanpa guru, bagaimana mungkin kita bisa membaca, menghitung, dan memahami hal-hal penting bagi anak di masa depan,” paparnya.
Siti Nafsiah juga menekankan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau guru semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab orangtua sebagai mitra dalam pembentukan karakter anak.
“Kita perlu mengembalikan rasa hormat terhadap profesi guru, karena tanpa mereka, generasi muda kita tidak dapat berkembang secara optimal,” tambahnya.
Kasus ini mencuatkan isu-isu penting terkait pendidikan dan moralitas dalam masyarakat. Sementara pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini, publik diharapkan untuk lebih memperhatikan peran orangtua dan guru dalam membentuk generasi penerus yang memiliki etika dan moralitas yang baik.**

