wajahb👁️rneo.com, Barito Utara— Rentetan bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, menjadi peringatan serius bagi daerah lain untuk memperkuat pengelolaan lingkungan. Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H. Tajeri, menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lingkungan di Barito Utara, Kamis, 4 Desember 2025.
Ia menekankan bahwa daerah dengan aktivitas pertambangan perlu memiliki kepekaan tinggi terhadap potensi kerusakan lingkungan yang dapat memicu bencana di kemudian hari.
“Musibah yang terjadi di daerah lain harus menjadi cermin bagi kita. Di Barito Utara sendiri, masih terdapat lahan bekas tambang batu bara yang belum direklamasi secara maksimal,” kata Tajeri.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah diminta untuk segera turun langsung ke lapangan guna memastikan sejauh mana kewajiban reklamasi dijalankan oleh perusahaan tambang.
“Perlu dilakukan pengecekan menyeluruh di lapangan, kemudian hasilnya dilaporkan secara resmi kepada pemerintah pusat dan kementerian terkait agar ada tindak lanjut yang jelas,” ujarnya.
Tajeri juga menyoroti keberadaan perusahaan tambang yang sudah tidak lagi beroperasi, namun meninggalkan bekas galian tanpa upaya pemulihan lingkungan. Ia menegaskan bahwa aturan mengenai reklamasi dan pascatambang sudah sangat jelas dan harus ditegakkan secara konsisten.
“Regulasinya sudah ada, termasuk sanksinya. Tinggal bagaimana komitmen kita bersama untuk memastikan aturan itu benar-benar dilaksanakan demi keselamatan lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.
Selain mendorong peran pemerintah dan penegakan aturan terhadap perusahaan, Tajeri mengajak masyarakat Barito Utara untuk ikut berkontribusi menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Kepedulian masyarakat sangat penting. Mulai dari hal sederhana seperti menanam pohon hingga menjaga alam sekitar agar tetap lestari. Ini bagian dari ikhtiar bersama agar daerah kita terhindar dari bencana,” ucapnya. (Tio/red2)
