wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Kerusakan jalan yang semakin parah di berbagai wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) membuat DPRD setempat angkat suara.
Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon, Jumat, 31 Oktober 2025 menilai masalah ini tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah daerah karena sebagian besar ruas merupakan jalan negara.
Menurut Lohing, perbaikan jalan negara sepenuhnya bergantung pada kucuran dana dari pemerintah pusat.
“Kalau anggarannya turun, ya otomatis penanganan di lapangan ikut melambat,” katanya.
Lohing menyebut dalam beberapa tahun terakhir dana dari pusat untuk penanganan jalan di Kalteng anjlok cukup drastis. Jika dulu bisa mencapai sekitar Rp1 triliun per tahun, kini jumlahnya bahkan tidak sampai sepertiganya.
Dengan wilayah yang begitu luas dan jaringan jalan negara yang membentang ribuan kilometer, menurut Lohing, kondisi ini berdampak langsung pada banyaknya titik rusak yang tak tertangani.
“Jelas dana sekecil itu tidak memadai. Banyak kerusakan yang terpaksa dibiarkan,” katanya.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai tantangan infrastruktur di Kalteng juga diperberat kondisi geografis. Tanah gambut, curah hujan tinggi, hingga akses yang sulit menuju pedalaman membuat biaya pembangunan jauh lebih mahal dibanding daerah lain.
“Karakteristik wilayah kita berbeda. Karena itu Kalteng memerlukan perhatian khusus. Kalau anggarannya justru dipangkas, bagaimana mau mengejar ketertinggalan infrastruktur?” katanya.
Komisi IV, ujar Lohing, berencana segera berkoordinasi dengan Balai PUPR dan Pemerintah Provinsi untuk menyampaikan aspirasi tersebut langsung ke Kementerian PUPR. Mereka meminta agar alokasi anggaran bagi Kalteng dapat kembali ditingkatkan.
“Kami akan dorong pusat mengevaluasi kebijakan ini. Jalan adalah urat nadi perekonomian. Kalau aksesnya rusak, harga barang naik dan aktivitas warga ikut terganggu,” tuturnya.
Dengan dukungan yang memadai dari pemerintah pusat, Lohing berharap pembangunan jalan di Kalteng dapat dipercepat dan mobilitas ekonomi masyarakat kembali lancar. (din/red2)
