wajahborneo.com, Barito Utara – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara mengapresiasi gerakan edukasi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) Goes To School, kegiatan penting tersebut dilaksanakan di SDN 1 Kandui, Kecamatan Gunung Timang, Kamis, 4 Juni 2026.
Anggota DPRD Barito Utara, Wardathun Nur Jamilah, mengutarakan membiasakan pola makan sehat merupakan terobosan berbobot dalam rangka memperkenalkan ragam komoditas pangan lokal yang kaya akan nutrisi kepada para pelajar. Pemahaman mengenai asupan bergizi wajib ditanamkan secara dini guna mendorong peningkatan mutu sumber daya manusia. Program ini juga langkah penting untuk menyukseskan agenda nasional terkait percepatan penurunan angka stunting di Barito Utara.
“Kami mengapresiasi kegiatan B2SA Goes To School yang dilaksanakan di SDN 1 Kandui. Program tersebut sangat penting untuk menanamkan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, aman, serta memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di daerah,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemenuhan gizi berimbang saat masa pertumbuhan berkorelasi linear dengan kecerdasan dan daya aktif siswa. Tentunya mengkonsumsi pangan lokal dan bergizi dapat meningkatkan daya ingat dan menjamin kesehatan anak sejak dini.
“Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi akan tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif. Tentunya edukasi ini sangat strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia,” katanya.
Wardathun menegaskan, peran aktif orang tua dan tenaga pendidik sangat dibutuhkan guna mengontrol jajanan anak di luar rumah. Banyak makanan yang mengandung pewarna makanan dan kebiasaan ini harus diminimalisir.
“Kami mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Pencegahan stunting dimulai dari edukasi dan pembiasaan pola makan sehat sejak dini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Dia berharap, program edukasi B2SA dapat direplikasi secara masif ke berbagai sekolah pelosok lainnya agar kesadaran akan pola hidup bersih dan sehat dapat terbentuk lebih merata di tingkat kabupaten.
“Peran orang tua dan guru sangat penting dalam membentuk kebiasaan anak-anak. Dengan sinergi yang baik, kita dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan,” jelasnya. (bar/bam/red2)
