Masyarakat Seruyan Diminta Waspada terhadap Demam Berdarah, Ini Gejalanya dan Langkah Pencegahannya

Petugas dari Puskesmas saat melakukan fogging untuk membantu memutus rantai penularan Demam Berdarah. Foto/Ist/wajahborneo.com

wajahborneo.com, Seruyan – Menghadapi musim hujan yang mulai melanda wilayah Kabupaten Seruyan, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Seruyan, dr. Bahrun Abbas, mengingatkan bahwa perubahan cuaca ini berpotensi meningkatkan kasus DBD, yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

dr. Bahrun menjelaskan, gejala DBD yang perlu diwaspadai meliputi demam mendadak, sakit kepala, nyeri di belakang bola mata, mual, hingga tanda perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah. Penderita DBD juga kerap mengalami kemerahan pada permukaan kulit.

“Masyarakat diharapkan melakukan pencegahan DBD secara aktif dengan menerapkan metode 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak,” ujar Abbas, Rabu, 6 November 2024.

Ia menambahkan bahwa langkah menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari sarang nyamuk sangat penting dalam menekan penularan DBD.

Pemerintah Kabupaten Seruyan mengimbau seluruh warga agar berperan aktif dalam pencegahan DBD dengan selalu menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat. (*/red3)

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link