wajahborneo.com, Barito Utara — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Utara, Muhlis, menegaskan bahwa pelaksanaan Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan momentum refleksi bersama dalam menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak di daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Muhlis melalui Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum, H Ardian, pada Rapat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak dalam rangka pelaksanaan Evaluasi Mandiri KLA Tahun 2026 yang digelar di Aula Setda Lantai I, Kamis, 26 Februari 2026.
Muhlis menekankan bahwa evaluasi mandiri KLA merupakan sarana untuk menilai secara komprehensif sejauh mana komitmen, sinergi, dan upaya nyata yang telah dilakukan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kabupaten Barito Utara sebagai daerah yang benar-benar layak anak.
“Penyelenggaraan evaluasi mandiri ini bukanlah sekadar pemenuhan indikator semata, tetapi menjadi momentum refleksi bersama untuk melihat sejauh mana komitmen dan kerja nyata kita dalam menjamin hak-hak anak serta perlindungan khusus bagi anak di Kabupaten Barito Utara,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan program Kabupaten Layak Anak tidak hanya diukur dari nilai atau predikat yang diraih, melainkan dari sejauh mana kebijakan dan program pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak. Menurutnya, anak merupakan generasi penerus yang akan menentukan arah dan masa depan daerah, sehingga investasi terhadap pemenuhan hak anak harus menjadi prioritas bersama.
Dia mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, lembaga vertikal, dunia usaha, lembaga masyarakat, hingga peran keluarga dan masyarakat luas. Sinergi yang kuat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Evaluasi mandiri KLA Tahun 2026 hendaknya dijadikan sebagai bahan introspeksi untuk mengidentifikasi capaian yang telah diraih sekaligus tantangan yang masih dihadapi. Dengan demikian, setiap kekurangan dapat segera ditindaklanjuti melalui perencanaan dan kebijakan yang lebih terarah serta berkelanjutan,” katanya.
Muhlis mendorong agar Gugus Tugas KLA dapat bekerja secara maksimal dalam melengkapi data dukung dan memastikan seluruh indikator terpenuhi secara substantif, bukan hanya administratif. Ia menekankan pentingnya validitas data sebagai dasar dalam menyusun kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan anak. (yon/bam/red2)

