Minimnya Tempat Tinggal, Guru di Pedalaman Tidak Betah

Arahman, Anggota DPRD Seruyan usai memimpin rapat bersama mitra kerja, dan menyampaikan minimnya ketersediaan rumah dinas guru khususnya untuk wilayah pedalaman. Foto/Ist

wajahborneo.com, Seruyan – Minimnya ketersediaan rumah dinas yang disiapkan oleh pemerintah daerah (pemda), menjadi salah satu permasalahan tidak betahnya tenaga pendidik atau guru yang ditempat tugaskan di pedalaman Kabupaten Seruyan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan, Arahman menjelaskan, tidak betahnya para guru ketika ditugaskan di wilayah pedalaman adalah minimnya ketersediaan dari rumah dinas guru, jika pun ada kondisinya tergolong kurang layak huni dan cukup memperihatinkan.

“Tidak sedikit guru yang ditempatkan di wilayah hulu terutama di pedalaman, yang sering tidak memiliki tempat tinggal. Rumah dinas guru yang disediakan sudah tidak layak huni, bahkan rumah warga untuk disewa juga sangat sulit,” kata Arahman, Jumat, 30 Agustus 2024.

Lebih lanjut dijelaskannya, permasalahan minimnya tempat tinggal terutama ketersediaan rumah dinas ini harus menjadi atensi dan perhatian dari instansi terkait, agar guru merasa nyaman dan betah di lokasi yang ditugaskan.

“Setiap kami melakukan kegiatan reses maupun kunjungan kerja di wilayah pedalaman, kerap kali permasalahan rumah dinas guru ini juga menjadi salah satu aspirasi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Diharapkan, ketersediaan rumah dinas guru dapat diperbanyak khususnya pada desa yang jauh dari ibu kota kecamatan, agar proses mengajar bisa berjalan maksimal dan para generasi penerus mendapatkan ilmu pengetahuan sesuai dengan perkembangan kurikulum merdeka belajar. (**)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version