wajahborneo.com, Muara Teweh – Kabar duka menyelimuti PDI Perjuangan Kabupaten Barito Utara dengan meninggalnya salah satu kader terbaiknya, Sunario, pada Jumat, 16 Agustus 2024. Sunario meninggal dunia di Banjarmasin setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya.
Sunario dikenal sebagai kader utama PDI Perjuangan di Barito Utara dan memiliki rekam jejak yang mengesankan. Selama puluhan tahun, ia menjabat sebagai Ketua PAC Kecamatan Gunung Timang.
Dia juga telah terpilih menjadi anggota DPRD Barito Utara dua kali, yakni pada periode 2014-2019 dan 2019-2024. Dalam periode pertamanya, Sunario dipercaya sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan, dan pada periode kedua, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I.
Kehilangan ini dirasakan mendalam oleh partai dan rekan-rekan separtainya. Sunario dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi, tidak hanya dalam politik tetapi juga dalam membangun komunitas di wilayahnya. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan selalu berusaha untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Selamat jalan suamiku tercinta, pertandinganmu di dunia sudah mencapai akhir. Semoga kamu mendapat tempat yang layak di sisi Bapa, Tuhan Yesus Kristus,” tulis Istrinya, Ana Farisila, mengungkapkan kesedihannya melalui akun Facebooknya.
Para anggota PDI Perjuangan di Barito Utara, serta masyarakat, mengenang Sunario sebagai pemimpin yang penuh semangat dan komitmen dalam melayani rakyat. Kehilangan ini tidak hanya menyentuh keluarga dan rekan-rekannya, tetapi juga meninggalkan kesedihan di hati banyak orang yang pernah berinteraksi dengannya. (yon/red2)

